Pikiran Rakyat
USD Jual 14.240,00 Beli 13.940,00 | Sedikit awan, 23.6 ° C

Manajemen Persib Ungkap Kapan Publikasi Sosok Pengganti Mario Gomez

Irfan Subhan

BANDUNG, (PR).- Manajemen Persib mengakhiri kerja samanya dengan pelatih Roberto Carlos Mario Gomez.

Hal tersebut diungkapkan Direktur PT. PBB (Persib Bandung Bermartabat) Teddy Tjahjono usai konfrensi pers sosialisasi gerakan #EngkeKumaha Bank Permata Syariah & Persib di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu 12 Desember 2018.

Teddy Tjahjono mengatakan, meski Mario Gomez mampu memenuhi target yang telah ditetapkan manajemen klub di Liga 1, ada berbagai penilaian yang akhirnya membuat PT. PBB memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Mario Gomez.

“Kami putus kontrakya, untuk konpensasi, itu masalah di internal kami. Waktu awal, durasinya dua tahun. Sebelumnya, manajemen sudah melakukan evaluasi. Mungkin dengan sikap dia, kalian semua (wartawan) juga pasti tahu seperti itu, ya mau bagaimana. Jadi, tidak nyaman bagi pemain, juga tim jika kondisi seperti itu,” katanya.

“Akhir-akhir ini hubungan dia dengan pemain dan hubungan dengan ofisial juga (tidak nyaman). Penilaian lainnya, pada 10 pertandingan terakhir, (prestasi) Persib jeblok, mungkin itu salah satu penilaian mengapa kami tidak memutus kontraknya,” ujarnya.

Teddy Tjahjono mengatakan, saat ini manajemen telah mengantongi beberapa nama pelatih yang akan dibidik untuk memimpin Persib di Liga 1 musim depan.

Untuk pelatih, dia masih belum bisa mengatakan apakan Maung Bandung akan ditangani pelatih lokal atau asing kembali.

“Untuk pelatih, secepatnya akan kami umumkan, paling telat akhir bulan Desember ini sudah ada karena katanya Piala Indonesia akan mulai lagi di Januari. Begitu juga akan ada Piala Presiden,”katanya.

Pilpres 2019



Mengenai rencana PT. LIB (Liga Indonesia Baru) yang akan menggulirkan Liga 1 2019 setelah Pilpres. Teddy Tjahjono menuturkan, manajemen Persib menyerahkan keputusan jadwal tersebut kepada operator liga.

“Kami masih ada Piala Indonesia yang katanya akan dimulai lagi bulan Januari tapi tanggalnya belum tahu. Lalu, ada Piala Presiden bulan Februari sampai pertenghan Maret. Setelah itu, masa tenang Pilpres. Kemungkinan kompetisi (Liga 1) akan dimulai akhir April atau awal Mei,” katanya.

Dia mengatakan, Pilpres merupakan hajat nasional sehingga otomatis pada masa tenang itu proses perizinan pertandingan akan sulit. Namun, dengan digelarnya Liga 1 setelah Pilpres, persiapan tim pun bisa lebih matang.

“Kami usahakan pada akhir Desember ini pelatih sudah ada, termasuk kami sudah mengontak beberapa pemain yang sudah kami incar. Intinya, manajemen langsung bergerak cepat untuk menyiapkan tim,” tuturnya.

Bagikan: