Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Umumnya cerah, 21.9 ° C

Pemain Persib U-19 Berpeluang Bela Jabar di PON 2020

Miradin Syahbana Rizky
SEJUMLAH pesepak bola Persib Bandung U-19 mengangkat pelatih Budiman Yunus usai pertandingan Final Liga 1 U-19 2018 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin 26 November 2018. Persib berhasil menjadi juara Liga 1 U-19 2018 usai mengalahkan Persija Jakarta U-19 dengan skor 1-0.*
SEJUMLAH pesepak bola Persib Bandung U-19 mengangkat pelatih Budiman Yunus usai pertandingan Final Liga 1 U-19 2018 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin 26 November 2018. Persib berhasil menjadi juara Liga 1 U-19 2018 usai mengalahkan Persija Jakarta U-19 dengan skor 1-0.*

BANDUNG, (PR).- Asprov PSSI Jawa Barat membuka peluang bagi pemain Persib U-19 yang sukses merengkuh Liga 1 U-19 2018 untuk bisa memperkuat tim Jabar pada PON 2020. Ketua Umum Asprov PSSI Jabar Tommy Apriantono mengatakan PSSI Jabar memang tengah mencari pemain terbaik dari berbagai daerah untuk menjadi bagian tim Jabar untuk bisa mempertahankan gelar di PON 2020.

"Tentunya pemain Persib U-19 yang kemarin yang telah menjadi juara kita beri peluang untuk bergabung ke tim Jabar. Tak hanya mereka, pemain dari daerah lain juga sama memiliki peluang untuk bergabung membela Jabar," ucap Tommy di Bandung, Senin 3 Desember 2018.

Dia mengungkapkan, sistem perekrutan pemain Jabar telah dilakukan pihaknya dengan membentuk tim talent scouting. Menurut dia, tim telah mendapatkan lima puluh pemain saat memantau pelaksanaan Porda XIII/2018 Jabar Kabupaten Bogor.

"Dari lima puluh pemain ini kemudian akan kita tambahkan dengan pemain dari daerah yang tidak lolos ke Porda Jabar. Kita akan memberikan kuota lima pemain setiap daerah yang tidak lolos Porda untuk ikut seleksi. Seperti misalnya Kota Cimahi, Kabupaten serta Kota Tasikmalaya," ujarnya.

Tommy mengatakan, sebagai juara bertahan, Jabar berhak untuk tidak mengikuti babak kualifikasi (BK) PON bersama tuan rumah Papua. Menurut dia, ada kerugian dan keuntungan dengan tidak ikutnya Jabar pada BK PON di tahun 2019.

"Keuntunganya tentu kita otomatis lolos tanpa harus ikut BK. Tapi kerugiannya dengan tidak ikut BK maka pelatda yang biasanya dua tahun harus kita ganti dengan sistem lain. Mungkin nanti akan ada try out," ujarnya.

Tommy menargetkan bahwa pada awal tahun 2019 pelaksanaan seleksi hingga pembentukan tim Jabar bisa terlaksana. Pasalnya, jalan untuk mempertahankan gelar juara lebih sulit ketimbang harus meraihnya.

"Rencananya awal tahun 2019 tim harus terbentuk. Kita tetap mengutamakan pemain yang telah membantu Jabar juara di PON 2016. Misalkan masih ada Gian Zola yang masih bisa membela Jabar," katanya.

Mengenai jumlah kuota pemain yang akan direkrut, kata Tommy, pihaknya masih menunggu kabar dari PB PON. Menurut dia, berapapun jumlah yang ditetapkan PSSI Jabar akan memaksimalkannya.

"Jika hanya 23 pemain kami siap. Kita akan berusaha semaksimalkan mungkin untuk mempertahankan gelar juara PON 2016," tuturnya. ***

Bagikan: