Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Umumnya berawan, 27.9 ° C

Umuh Muchtar Beberkan Konflik Mario Gomez dan Manajemen Persib

Yusuf Wijanarko
EKSPRESI pelatih Persib Bandung, Mario Gomez saat bertanding melawan  Persebaya Surabaya  pada ajang Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Sabtu, 20 Oktober 2018. Dalam laga tersebut skuad Persib takluk 1-4.*
EKSPRESI pelatih Persib Bandung, Mario Gomez saat bertanding melawan Persebaya Surabaya pada ajang Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Sabtu, 20 Oktober 2018. Dalam laga tersebut skuad Persib takluk 1-4.*

BANDUNG, (PR).- Roberto Carlos Mario Gomez kemungkinan besar tidak akan kembali melatih Persib taun 2019. Manajemen klub mengambil keputusan itu karena Mario Gomez memiliki permasalahan internal dengan manajemen klub.

Hal tersebut disampaikan Manajer Persib Umuh Muchtar dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM, Sabtu 1 Desember 2018.

"Mario Gomez kemungkinan tidak akan diperpanjang (kontraknya) karena ada masalah internal. Mario Gomez sudah bilang, kalau masih ada Glenn (Sugita) dan Teddy (Tjahjono), dia tidak mau di Persib," ujar Umuh Muchtar.

Keinginan Mario Gomez untuk memisahkan kedua sosokm itu dengan Persib tidak bisa diwujudkan. Terlebih, kata Umuh Muchtar, Glenn Sugita dan Teddy Tjahjono berkedudukan sebagai petinggi manajemen yang bertanggung jawab pada PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB).

"Pak Glenn (Sugita) itu Direktur Utama, Pak Teddy Tjahjono Direktur. Dua-duanya bertanggung jawab pada PT. PBB," ujarnya.

Umuh Muchtar menjelaskan, konflik internal antara Mario Gomez dan manajemen klub berawal dari masalah gaji Mario Gomez dan Fernando Soler.

"Mario Gomez minta naik gaji, dituruti oleh Pak Glenn. Gajinya naik 50 persen, kalau tidak salah. Lalu Fernando Soler juga ikut-ikutan meminta kenaikan gaji, sudah dituruti juga, naik 20 persen, tapi fernando Soler tidak mau. Dia memaksa ingin kenaikannya sama seperti Mario Gomez," ucapnya.

PT, PBB, kata UmuhMuchtar, siap menaikan gaji Mario Gomez 2-3 kali lipat dari gajinya saat ini. Hanya, PT. PBB ingin Mario Gomez bekerja sendiri tanpa bantuan Fernando Soler sebagai penerjemah.

"Persib ingin Mario Gomez sendiri tanpa Fernando Soler karena satu dan lain hal, tapi dia tidak mau. Karena tidak ada jalan tengah, kemungkinan besar kerja sama Persib dan Mario Gomez tidak diperpanjang," ujarnya.

Sebelumnya, Mario Gomez sudah menegaskan bahwa musim depan dia tidak akan lagi melatih Maung Bandung. Hal itu dia sampaikan kepada awak media setibanya di Bandara Husen Sastranegara, Bandung, Kamis 25 Oktober 2018.

"Ya, saya sudah bicara dengan Glenn dan Teddy soal musim depan tidak akan dilanjutkan. Hanya Pak Umuh Muchtaryang selalu bersama kami. Jika tidak bersama kami juga, saya pastikan saya tidak akan lanjutkan musim depan," kata Mario Gomez.

Umuh sebut Persib jadi korban pengaturan skor



Soal pengaturan skor, Umuh Muchtar menyampaikan, hal itu sudah lama terjadi dalam sepak bola Indonesia. Ketidaktegasan PSSI membuat para pelaku masih melakukan kecurangan tersebut."Kalau PSSI tegas, ada kemauan, pasti bisa diusut, tapi selama ini federasi diam saja," tutur Umuh Muchtar.

Begitu pula dengan pengaturan pertandingan yang melibat wasit. Persib, kata Umuh Muchtar, sudah sering menjadi korban.

"Semua bisa lihat, Persib sering dicurangi. Pernah kejadian, Persib mencetak gol sampai jalanya bergetar tapi wasit tidak menyatakan itu gol. Saat itu wasitnya Shaun Evans. Wasit asing sekalipun bisa terlibat dalam pengaturan permainan," ujarnya.

Umuh Muchtar meminta Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi segera mengusut tuntas kasus pengaturan skor dan pertandingan. Sebagi ketua Umum PSSI , Edy Rahmayadi harus bisa merespons denga cepat dan bersikap tegas dalam menyelesaikan masalah.

"Kalau tidak ada tindakan, desakan untuk mundur akan terus menggema," katanya.***

Bagikan: