Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Pelatih Persib Ungkap Penyebab Kekalahan dari Persebaya

Irfan Subhan
PEMAIN Persib Bandung, Supardi Natsir dihadang pemain  Persebaya Surabaya, Irvan Jaya  pada pertandingan Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Sabtu, 20 Oktober 2018. Dalam laga tersebut skuad Persib takluk 1-4.*
PEMAIN Persib Bandung, Supardi Natsir dihadang pemain Persebaya Surabaya, Irvan Jaya pada pertandingan Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Sabtu, 20 Oktober 2018. Dalam laga tersebut skuad Persib takluk 1-4.*

DENPASAR, (PR).- Ambisi Persib untuk kembali merebut posisi puncak klasemen harus sirna. Ini setelah Maung Bandung gagal meraih kemenangan usai dikalahkan tamunya Persebaya Surabaya dengan skor 1-4, pada peken ke-26 Liga 1 2018, di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Ini merupakan kekalahan terbesar Persib di bawah asuhan Roberto Carlos Mario Gomez. Sebelumnya saat kedua tim bertemu di putaran pertama, Pangeran Biru mampu mengunci kemenangan 4-3, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, sekaligus memastikan Persib menjadi juara paruh musim.

Dengan hasil ini Persib masih berada di peringkat kedua dengan nilai 45 hasil dari 13 kali menang, 6 kali imbang, dan 7 kali kalah. Sementara Persebaya sukses memperbaiki peringkatnya di klasemen dengan naik ke posisi 12 klasemen sementara menggeser Sriwijaya Fc dan Persela Lamongan.

Pelatih kepala Persib Roberto Carlos Mario Gomez mengungkapkan, masalah yang dihadapi pada pertandingan kali ini adalah banyaknya kesalahan yang dilakukan oleh pemainnya, hingga akhirnya Persebaya bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan baik.

“Tidak, bukan mengenai pemain lawan. Problem kita adalah kesalahan, ketika kamu melakukan kesalahan maka gol akan datang. Kita melakukan kesalahan besar, karena kesalahan normal  itu tidak akan terlalu berdampak, tetapi kalau melakukan kesalahan besar, maka akan berakhir dengan gol,” katanya.

Lebih lanjut ia juga mempertanyakan hadiah penalti bagi Persebaya Surabaya di menit ke-15. Ia mengaku tidak memahami mengapa wasit memberikan penalti, mengingat dari pengamatannya, Deden melakukan penyelamatan yang bersih dan tidak melakukan pelanggaran.

“Saya tidak tahu mengapa ada penalti itu, saya tidak paham. Kita kita ingin berjuang pasti selalu ada kendala baik dari federasi, komite disiplin, dan beberapa wasit. Sekarang pertandingan ini sudah berakhir, dan kita akan fokus hadapi laga selanjutnya lawan PSM,” tuturnya usai pertandingan.

Langkah Pangeran Biru untuk kembali ke puncak akan semakin berat, mengingat pada pertandingan selanjutnya mereka akan bertandang ke Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, saat dijamu oleh PSM Makassar.

Mario Gomez menambahkan, hasil buruk ini telah dilupakan dan menjadi pelajaran serta evaluasi untuk pertandingan selanjutnya yang akan sangat penting, mengingat menghadapi PSM Makassar akan menjadi penentuan bagi Persib untuk memperkecil selisih poin.***

Bagikan: