Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 28 ° C

Para Pemain Persib Taburkan Bunga di Lokasi Pengeroyokan Haringga Sirla

BANDUNG, (PR).- Kasus meninggalnya Haringga Sirla, seorang suporter Persija Jakarta menyisakan duka mendalam bagi para pemain Persib Bandung. Seusai menjalani latihan, skuat Maung Bandung serta jajaran pelatih melakukan sesi tabur bunga serta do'a bersama di lokasi meninggalnya Haringga, Selasa 25 September 2018.



Seperti yang diketahui, Haringga harus meregang nyawa usai dikeroyok oleh oknum bobotoh pada Minggu, 23 September lalu. Menanggapi hal ini, kapten tim Supardi Nasir merasa pilu serta mengutuk keras atas meninggalnya Haringga.



Supardi menilai bahwa fanatisme buta telah membuat kasus meninggalnya suporter sepakbola terus berulang. Ia pun mengungkapkan bahwa sepakbola harusnya menjadi alat pemersatu antar pendukung.



"Ini semua karena fanatisme buta, logika yang tidak dipakai, sehingga nyawa pun dianggap sebagai hal yang dikesampingkan, padahal kita masih sama-sama sudara," ujar Supardi.



Selain itu, Supardi menganggap bahwa ini merupakan perlakuan manusia-manusia biadab yang dengan mudahnya menghilangkan nyawa seseorang.

"Ini dilakukan oleh orang-orang yang biadab serta tidak punya hati, mereka pantas mendapatlan hukuman yang sangat berat," ujar Supardi.

Lebih lanjut Supardi menganggap perlu adanya tindak lanjut yang tegas kepada para pengeroyok Haringga Sirla. Menurutnya ini bukan perlakuan yang manusiawi, menganggap fanatisme lebih penting daripada sebuah nyawa.



"Fanatik boleh-boleh saja, hanya jangan terlalu berlebihan, semua ada batasan-batasan", ucapnya. Supardi Natsir mengharapkan agar orang-orang tidak melakukan penilaian yang tergeneralisir terhadap bobotoh. Menurutnya para pelaku adalah oknum-oknum yang tidak mencintai Persib dan tidak bisa menjadi suporter yang bersikap dewasa.



"Mereka (pelaku) bukan Bobotoh, hanya oknum-oknum yang tidak cinta sama Persib dan tidak ingin melihat Persib juara," kata Supardi.



Ia pun menginginkan agar adanya edukasi terhadap suporter-suporter yang ada di Indonesia, termasuk Bobotoh dan seluruh pendukung Persib.



"Edukasi kepada para suporter sangat diperlukan, ini demi menjaga serta mencegah adanya korban-korban lain yang meninggal seperti Haringga," kata Supardi.

Persib akan melayad ke rumah duka Haringga Sirla



Dalam kesempatan yang sama, Manajer Persib Bandung Umuh Muhtar mengharapkan adanya tindakan tegas sejak awal. Menurutnya selama ini sudah banyak korban yang meninggal tetapi hukuman terhadap para pelaku tidak jelas.



"Selama ini sudah banyak korban yang meninggal akibat perselisihan ini. Seharusnya para pelaku diberi hukuman yang berat untuk menimbulkan efek jera terhadap yang lainnya," tuturnya.



Lebih lanjut Umuh mengungkapkan bahwa ia serta manajemen Persib Bandung akan sesegera mungkin berkunjung ke rumah duka Haringga Sirla. Ia pun tidak menyangka setelah mengetahui bahwa Haringga berasal dari Indramayu, Jawa Barat.



"Iya kami akan kesana (rumah duka). Tadinya mau kemarin tetapi kondisi masih belum kondusif dan terlalu dini. Saya juga kaget pas tahu dia orabg Jawa Barat juga", tutup Umuh. (Abdul Muhaemin)***

Bagikan: