Pikiran Rakyat
USD Jual 14.007,00 Beli 14.105,00 | Umumnya berawan, 27.3 ° C

Gesekan Akibat Meninggalnya Haringga Terasa hingga Perbatasan Jawa Barat

Tommi Andryandy
POLISI menggiring sejumlah terduga pelaku pengeroyokan suporter yang menyaksikan pertandingan Persib vs Persija hingga tewas di Polrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Senin, 24 September 2018.  Akibat kejadian tersebut para terduga diancam kurungan penjara selama 15 tahun.*
POLISI menggiring sejumlah terduga pelaku pengeroyokan suporter yang menyaksikan pertandingan Persib vs Persija hingga tewas di Polrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Senin, 24 September 2018. Akibat kejadian tersebut para terduga diancam kurungan penjara selama 15 tahun.*

CIKARANG, (PR).- Insiden yang menewaskan seorang pendukung Persija Jakarta jelang pertandingan menghadapi Persib Bandung, Minggu 23 September 2018, berimbas pada kondusifitas di wilayah perbatasan. Di Kabupaten Bekasi, dilaporkan terdapat sejumlah gesekan pasca tersebarnya video kekerasan dalam insiden di Gelora Bandung Lautan Api tersebut.

Ketua Viking Distrik Bekasi, Boim menyebutkan, gesekan terjadi di sekitar Sukaresmi. Dikatakan dia, gesekan berawal dari datangnya sejumlah pemuda ke salah satu tempat yang sering digunakan Viking Bekasi berkumpul.

“Saya belum menerima laporan ada korban atau enggak, rencananya malam ini saya langsung ke lokasi. Tapi info yang didapat, ada dua motor yang hilang,” ujar dia saat dihubungi “PR” melalui sambungan telepon, Senin 24 September 2018.

Dikatakan Boim, aksi tersebut diduga dilakukan oleh oknum suporter sepakbola yang berusaha menyerang kelompok Viking. Mereka berusaha melakukan serangan balasan atas tewasnya Haringga di Bandung.

“Tapi yang terkena itu warga yang di sana. Karena kan kaminya sendiri, Viking kemarin pada berangkat ke Bandung, nonton,” ujar dia.

Diungkapkan Boim, wilayah perbatasan kerap mendapat imbasnya tatkala gesekan terjadi, baik di Jakarta maupun Bandung. Selain peristiwa di GBLA, gesekan pun terjadi ketika pertandingan Persija menghadapi Persib di Stadion PTIK Jakarta. “Itu ada hadangan di Karawang, sampai beberapa wilayah lainnya, sampai ke Cikarang,” kata dia.

Boim mengatakan, bentrokan antar kedua suporter sering terjadi di Bekasi, baik kota maupun kabupaten. Hal itu lantaran bermukimnya kedua suporter dengan jumlah anggota yang sama banyaknya. “Viking aja anggota yang tercatat di Bekasi ada 5.000 orang,” ucap dia.

Upaya damai pun telah berulang kali dilakukan namun tidak pernah menyelesaikan masalah, terutama di kalangan bawah, karena dendam terlanjut mengakar. “Kami beberapa kali deklarasi damai, di Polres, di Bandung, di Jakarta namun tetap saja susah, karena ini balik lagi ke pribadinya masing-masing. Saya sering sosialisasi bahwa rivalitas hanya di dalam staaion, kalau sudah diluar semuanya teman, tapi tetap saja. Saya sendiri khawatirnya kalau misalkan teman-teman pulang kerja kemudian ada yang ngehadang, kan jelas berbahaya,” ucapnya.

Lebih jauh, Boim pun berharap kejadian di GBLA menjadi yang terakhir, agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan. “Ini jelas sudah merusak apa yang menjad fanatisme. Kami suporter bola, bukan pembunuh. Saya pun tidak akan mau membela seorang pembunuh, karena jelas ini sudah jauh dari apa yang disebut kemanusiaan,” ucapnya.

"Sweeping"



Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kabupaten, Komisaris Besar Candra Sukma Kumara menegaskan tidak ada aksi sweeping yang dilakukan oknum suporter Persija di wilayah Kabupaten Bekasi. Informasi yang beredar, kata Candra, tidak benar.

“Tidak ada aksi sweping, itu hoaks. Kami sudah mengecek seluruh lokasi, tidak ada laporan aksi sweeping,” ucap dia.

Seperti diketahui, usai beredarnya video kekerasan yang terjadi di GBLA, beredar pula informasi yang menyebut adanya aksi sweeping di sejumlah wilayah perbatasan Jakarta – Jawa Barat. Aksi dilakukan sebagai upaya balas dendam dengan menyasar mobil berplat nomor D, F, T serta Z memasuki wilayah Jakarta.***

Bagikan: