Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.505,00 | Umumnya berawan, 28.1 ° C

Persib Antisipasi Kekurangan Penjaga Gawang

Irfan Subhan
PARA pemain Persib Bandung saat menjalani sesi latihan sore di Lapangan Benteng, Medan, Sumatra Utara, Minggu 3 Juni 2018. Skuad anak asuh Mario Gomez siap bertanding melawan tuan rumah PSMS Medan pada lanjutan Liga 1, Selasa 5 Juni 2018.*

BANDUNG, (PR).- Tim Persib Bandung mulai mengantisipasi  kekurangan jumlah penjaga gawang, setelah Aqil Savik dipanggil untuk memperkuat tim nasional Indonesia U-19. Saat ini skuda Maung Bandung hanya memiliki dua penjaga gawang yaitu Muhammad Natshir Fadhil Mahbuby dan I Made Wirawan.

“Sebisa mungkin kita maintenance supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan terutama cedera, karena stok penjaga gawang yang tersisa tinggal dua. Mudah-mudahan dengan kemampuan yang ada, pola latihan yang terjaga, tidak akan terjadi cedera. Itu saja yang kita khawatirkan, mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar,” tutur pelatih penjaga gawang Persib, Anwar Sanusi, di Stadion Sport Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Kamis 30 Agustus 2018.

Pria yang akrab disapa Awai ini menambahkan, untuk mengantisipasi kurangnya penjaga gawang, Persib pun berencana untuk meminjam penjaga gawang dari Persib U-19. Hal tersebut saat ini masih dibicarakan dengan jajaran pelatih lainnya.

“Ya memang secara regulasi yang paling memungkinkan untuk meng-cover itu dari Persib U-19. Kalau untuk merekrut dari luar itu juga kan registrasinya sudah ditutup. Kita kan masih dalam registrasi  dari Liga yaitu tiga kiper. Cuma satunya lagi di Timnas, kita coba untuk memungkinkan kalau latihan ini kita butuh bantuan yang dari Persib U-19, kita akan ambil dari U-19,” katanya.

Jajaran pelatih Persib senior pun telah melakukan komunikasi dengan pelatih Persib U-19 Budiman, termasuk rencana peminjaman beberapa pemain Persib U-19 untuk melakukan latihan bersama.

“Besok (Jumat -red) pagi di Stadion Gelora bandung Lautan Api, kita akan melakukan gim internal, sehingga kita akan meminjam tujuh pemain Persib U-19 untuk melengkapi jumlah pemain yang ada,” ujarnya.

Mengenai tidak adanya penambahan pemain baru di kubu Persib hingga ditutupnya pendaftaran bursa transfer, Awai mengaku hal tersebut tidak menjadi masalah. “Memang ada sisi positif sama negatifnya, tapi positifnya mungkin kita harus lagi adaptasi pemain baru dengan pemain lama. Nah dari sisi kurang bagusnya, amunisinya tetap tidak berubah,” ungkapnya.

Namun, mengenai tdak ada penambahan pemain baru ini memang sudah diantisipasi oleh pelatih kepala Persib, Roberto Carlos Mario Gomez yang sudah melakukan pemetaan termasuk memaksimalkan pemain yang ada di setiap latihan dan pertandingan.

Bangga



Awai mengatakan, melihat Aqil yang kembali dipanggil oleh Timnas dirinya mengaku bangga karena jalan perjalannya sebagai penjaga gawang profesional telah dimulai termasuk menambah pengalaman jam terbangnya.

“Biarlah dia memperkuat sisi mental dia artinya dan saya harap dia masuk Timnas tidak hanya sekedar menjadi bagian Timnas saja. Tapi menjadi sesuatu disana, mungkin kita butuh dua atau tiga tahun untuk mematangkan dia. Biarlah dia matang disana jadi pas suatu saat kita butuh dia, dia sudah siap secara fisik, teknik, dan juga secara taktik serta mental,” katanya.

Namun, Awai telah memberikan wejangan kepada Aqil agar kuat menghadapi segala hal yang nantinya dia hadapi, mengingat bisa memperkuat tim nasional merupakan impian semua pemain sepak bola.

“Karena persoalan kiper muda biasanya ada di sisi mental. Pas saat dia menanjak tiba-tiba"terlalu banyak sanjungan" dia turun. Atau pada saat dia mau menanjak ada sesuatu masalah di bully di apa dia tidak kuat. Ya itu saya kira hal ini yg harus kita jaga sisi mental dia. Kalau teknik itu kan gampang lah bisa diperbaiki, kalau taktik juga sama sifatnya bisa terus diperbaiki. Nah ini sisi mental ini kembali pada lingkungan dan dia sendiri,” ujarnya.***

Bagikan: