Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Hujan, 22.4 ° C

Bobotoh Persib dan Jakmania Bicara Soal Situasi di Garis Depan

BOBOTOH memberikan semangat saat Persib melawan Mitra Kukar dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kalimantan Timur, Jumat 10 Agustus 2018.*
BOBOTOH memberikan semangat saat Persib melawan Mitra Kukar dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kalimantan Timur, Jumat 10 Agustus 2018.*

PERSINGGUNGAN antara Jakmania yang merupakan pendukung klub sepak bola Persija dan pendukung Persib, bobotoh, sudah lama berlangsung dan tak jarang berujung pertikaian. Lantas bagaimana hubungan kedua kubu pendukung klub sepak bola itu di daerah yang menjadi garis depannya?

Bekasi merupakan salah satu perbatasan atau garis depan pertemuan kedua kubu puporter tersebut selain Bogor dan Depok. Di wilayah perbatasan, jumlah massa kedua kubu suporter cenderung sama banyak. Sebagai bagian dari Jawa Barat, Bekasi juga berbatasan langsung dengan Jakarta meski batas administrasi bukan berarti batas formal keterikatan masyarakat dengan klub sepak bola yang didukungnya.

Di Bekasi, tak sedikit orang yang menjadi korban dari rivalitas antara Jakmania dan bobotoh Persib. “Sebenarnya kalau di wilayah perbatasan seperti ini, konflik antarsuporter seperti bobotoh dan Jakmania lebih parah daripada di Bandung atau Jakarta. Tahun lalu ada acara tiup lilin yang menghadirkan suasana kondusif tapi terkadang dalam berorganisasi, ada oknu orang yang arogan dan mempengaruhi yang lain,” kata Bagus, salah seorang koordinator Viking Persib Club di wilayah Cikarang Kabupaten Bekasi.

“Terkadang saat bertemu atau berpapasan di jalan, aksi saling serang bisa terjadi. Kalau mereka yang sudah saling mengerti dan paham (nilai-nilai rivalitas yang sprotif), tidak akan ada bentrokan apalagi yang bernuansa rasis. Biasanya mereka (suporter) yang muda dan baru bergabung yang bersikap arogan sehingga anggota lain di kelompok itu ikut terpengaruh,” katanya.

Kedewasaan bersikap



Upaya menciptakan perdamaian di antara kedua kelompok suporter itu terus diusahakan oleh kedua belah pihak. Salah satunya dilaksanakan di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi usai bentrok antara Jakmania dengan bobotoh Persib di Bandung. Kendati demikian, hingga saat ini bentokan masih kerap terjadi dalam berbagai skala.

Di sejumlah titik di daerah garis depa sering terjadi bentrokan seperti di kawasan sekitar Stadion Candarabhaga, Kota Bekasi yang menjadi area rawan bagi bobotoh Persib karena merupakan area yang dihuni banyak pendukung Persija Jakmania. Sebaliknya, kawasan Cibitung menjadi area yang rawan bagi Jakmania karena banyak warganya yang merupakan bobtoh Persib.

Sementara itu, guna menjaga keamanan dan keselamatan, salah seorang pendukung Persija di Bekasi, Sulis mengatakan, sebaiknya pendukung kedua klub tidak perlu menampilkan identitas dan atribut klub yang didukungnya saat beraktivitas sehari-hari di daerah perbatasan itu.

“Jangan memakai atribut klub kalau sedang beraktivitas di luar rumah, apalagi kalau melewati beberapa wilayah yang menjadi sarang kelompok suporter lain seperti di Cibitung, ” ujar Sulis.

Dia berpesan, selama massa kedua kelompok bisa bersikap dewasa dan saling menghormati, niscaya tidak akan terjadi gesekan yang bisa berujung pertumpahan darah.

“Bergantung ego masing-masing. Kalau pendukung yang sudah senior dan dewasa pasti sudah paham dan tidak akan melakukan hal-hal yang bisa  memancing bentrokan,” katanya. (Juraida Fitri)***

Bagikan: