Pikiran Rakyat
USD Jual 14.433,00 Beli 14.335,00 | Cerah berawan, 28.8 ° C

Ghozali Siregar Berlari Lebih Kencang Bersama Persib

Yusuf Wijanarko

PENAMPILAN Ghozali Siregar terus meningkat bersama Persib. Pemain bernomor punggung 77 itu acap menjadi pilihan utama dalam setiap laga. Bahkan, dia turut menyumbang dua gol hingga pekan ke-20 Liga 1.

Catatan itu jauh lebih baik dibandingkan saat dia membela klub-klub sebelumnya. Berdasarkan data situs Soccerway.com, kesempatan bermain Ghozali Siregar terbilang minim dalam semusim. Ghozali Siregar tampil tidak lebih dari 15 laga  musim lalu. Angka itu tak termasuk dua musim yang tidak tercatat oleh Soccerway.com.

Tak ada keteranggan berapa lama dia bermain saat membela Pro Duta (2013) dan Persegres Gresik (2016).  Ghozali Siregar hanya bermain dalam satu laga selama 19 menit saat membela Madura United (2015). Sementara di PSM Makassar (2017) ia bermain 540 menit dari 14 laga yang dia mainkan.

Bersama Persib, Ghozali Siregar sudah bermain selama 1.570 menit dalam 19 laga. Tak hanya itu, dia menyumbang dua gol dan 5 umpan berujung gol untuk Maung Bandung. 

Ghozali Siregar terakhir kali mencetak gol saat membela Pro Duta. Paceklik gol diakhirinya saat laga pamungkas putaran pertama Persib di kandang Persebaya.

Hasil ini merupakan pencapaian terbaik Ghozali Siregar di kompetisi resmi kasta tertinggi liga Indonesia. Kesempatan untuk menambah menit bermain, gol serta umpan masih terbuka karena masih ada 14 pertandingan di putaran kedua Liga 1.

Betah di Bandung



Setelah beberapa bulan di Bandung, Ghozali Siregar mulai merasa kerasan. Dia menyatakan, Bandung memiliki cuaca yang membuatnya merasa nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Hal itu tak pernah dirasakan di kampung halamannya dan di Makassar. “Bandung itu dingin. Saya suka. Kalau di kampung saya cuacanya tidak sedingin ini,” ujarnya seperti dilaporkan situs resmi klub.

Dia juga merasa nyaman dengan suasana di Mes Persib yang saat ini menjadi tempat tinggalnya. Ketimbang menghabiskan waktu untuk keluyuran, ia lebih memilih berdiam di mes sembari melakukan hal-hal positif.

“Saya jarang ke luar. Saya sering ytinggal di mes. Nyaman saja,” katanya.***

Bagikan: