Pikiran Rakyat
USD Jual 14.449,00 Beli 14.351,00 | Umumnya berawan, 22.7 ° C

Keputusan Komdis PSSI untuk Persib Dinilai Tidak Lazim dan Mengganggu

Yusuf Wijanarko

BANDUNG (PR).- Menuju laga pekan ke-19 Liga 1, Persib akan tampil tanpa tiga pilarnya. Mengenai hal itu, pengamat sekaligus wartawan olah raga senior Arif Nugraha mengatakan, keputusan yang diambil Komisi Disiplin PSSI untuk Persib tidak lazim dan terlampau sering.

“Sebetulnya ini tidak lazim, terlalu sering,” ujar Arif Nugraha dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM, Jumat 4 Agustus 2018.

Arif Nugraha menjelaskan, keputusan itu tidak lazim karena Komdis PSSI memberikan sanksi tanpa menggelar sidang dengan pemain yang bersangkutan. Hal itu dinilai merugikan klub karena Persib tidak bisa melakukan banding.

“Kenapa putusannya dilakukan tanpa ada sidang oleh pemain yg bersangkutan, hanya mealui (laporan) visual yang disodorkan oleh pengawas pertandingan, lalu diberikan ke Komdis, lalu dibahas, kemudian diputuskan. Hal ini yang menjadi kekecewaan pihak manajemen (klub) terutama pelatih,” ujarnya.

Arif Nugraha menyatakan, Pelatih Persib Roberto Carlos Mario Gomez harus memutar otak dan mengubah komposisi pemain untuk menghadapi Laskar Wong Kito. Hal tersebut dianggap mengganggu karena Mario Gomez sudah melakukan simulasi dengan menempatkan tiga penyerang.

"Sebelumnya, Mario Gomez sudah melakukan simulasi untuk tiga penyerang. Ketika Kamis (2 Agustus 2018 siang mendapat kabar bahawa Ezechiel N’Douasel tidak boleh bermain, akhirnya harus ada perubahan dalam komposisi,” ujarnya.

Dia menyayangkan keputusan Komdis PSSI yang memberikan sanksi terlalu mendadak. Pasalnya hal tersebut kerap mengganggu konsentrasi tim.

“Tapi saya masih yakin Persib akan tetap bermain berani dalam menghadapi Sriwijaya FC dan tidak lupa, Persib juga masih memiliki pemain ke-12 yaitu bobotoh," tuturnya.

Adu gengsi tim juara



Masih dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM, pengamat sepak bola yang juga pakar politik dari Universitas Pasundan Deden Ramdan memprediksi laga Maung Bandung melawan Laskar Wong Kito berlangsung seru karena kedua tim pernah menyandang gelar juara.

Deden Ramdan yakin, kedua kesebelasan akan menunjukkan itikad dan semangat bermain yang tinggi. Persib akan tampil menekan karena ingin mempertahankan posisi di puncak klasemen sementara.

Di sisi lain, Sriwijaya FC ingin bangkit setelah ditinggal banyak pemain karena masalah keuangan.

"Saya kira Persib akan meraih kemenangan dengan catatan, Maung Bandung tetap menjaga konsentrasi, terutama setelah unggul dari lawan," tutur Deden Ramdan.

Menurut dia, meski tampil sebagai tim tamu, Laskar Wong Kito dipastikan akan memberi perlawanan. Absennya Bojan Malisic di lini pertahanan akan dimanfaatkan anak asuh Subangkit.

"Persib jangan menganggap enteng. Saya percaya Mario Gomez mampu meramu atau memfomulasikan strategi dengan absennya tiga pemain," ujarnya.***

Bagikan: