Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Hujan petir singkat, 22 ° C

Persib Kembali Terancam Sanksi karena Ulah Oknum Bobotoh, Manajer dan Pelatih Angkat Bicara

Irfan Subhan
PEMAIn Persib Jonatan Bauman (kanan) mencoba lewati pemain PS Tira dalam laga Liga 1 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Senin 30 Juli 2018. Persib menang atas PS Tira dengan skor 3-2.*
PEMAIn Persib Jonatan Bauman (kanan) mencoba lewati pemain PS Tira dalam laga Liga 1 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Senin 30 Juli 2018. Persib menang atas PS Tira dengan skor 3-2.*

BANDUNG, (PR).- Kemenangan Persib Bandung saat mengalahkan tuan rumah PS Tira 3-2, pada pekan ke-18 Liga 1 di Stadion Sultan Agung, Senin 30 Juli 2018 membuahkan kenangan manis bagi para bobotoh.

Selain mengokohkan diri di puncak klasemen sementara, kemenangan tersebut menjadi modal berharga Maung Bandung menghadapi laga-laga berikutnya.

Akan tetapi, kemenangan tersebut sedikit tercoreng ulah beberapa oknum bobotoh yang nekat masuk ke dalam lapangan saat Jonathan Bauman melakukan selebrasi usai mencetak gol penentu kemenangan Persib melalui titik penalti menit ke-97.

Akibatnya, pertandingan sempat terhenti beberapa saat sebelum akhirnya petugas keamanan melakukan tindakan sehingga pertandingan bisa dilanjutkan. Akibat kejadian tersebut, Persib kembali terancam sanksi Komdisi Disiplin PSSI.

Merujuk pada pasal kode disiplin PSSI pasal 70 tentang tanggung jawab terhadap tingkah buruk penonton, pada ayat 3 disebutkan klub tamu bertanggung jawab atas tingkah laku buruk sebagaimana diatur dalam ayat (1) di atas, oleh penonton yang merupakan kelompok pendukungnya, terlepas daripada lengahnya pengawasan oleh klub tersebut.

Pada pasal yang sama, disebutkan penonton yang memasuki lapangan permainan tanpa seizin perangkat pertandingan dan panitia pelaksana akan dijatuhi hukuman. Terdapat dua jenis hukuman yakni Rp 30 juta untuk satu orang yang memasuki lapangan pertandingan dan Rp 50 juta untuk dua sampai lima orang yang memasuki lapangan permainan.

Satu peristiwa di Bekasi



Di Liga 1 musim lalu, hal tersebut sempat terjadi saat Persib dikalahkan 0-2 oleh Bhayangkara FC di Stadion Patriot Chandrabhaga.

Saat itu, oknum bobotoh yang kecewa tim kesayangannya kalah, masuk ke lapangan sehingga membuat jalannya pertandingan sempat terhenti.

Akibatnya, Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi kepada bobotoh berupa larangan mendukung kesebelasan kesayangannya dengan mengenakan atribut bernuansa Persib sebanyak 3 laga. Tak hanya itu, Persib juga diharuskan membayar denda Rp 45 juta.

Komisi Disiplin PSSI juga menjatuhkan sanksi kepada panita pelaksana pertandingan Bhayangkara FC, berupa denda Rp 15 juta karena dinilai tidak mampu mencegah penonton masuk ke lapangan.

Mengecewakan



Menanggapi kejadian masuknya oknum bobotoh ke dalam lapangan saat menghadapi PS Tira, Manajer Persib Umuh Muchtar sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oknum bobotoh tersebut.

“Ya itu saya kecewa, seharusnya saat kita sudah menang dan mereka juga harus sadar tidak usah turun ke lapangan, jadi mengundang masalah dan terancam kena denda lagi. Ini masalah juga, ada denda lagi,” tutur Umuh Senin 30 Juli 2018 malam.

Melihat hasil yang diraih Persib di tiga pertandingan tandang terakhir, Umuh Muchtar menyatakan sangat puas. Para pemain terlihat lebih semangat dan memiliki motivasi serta daya juang yang tinggi di setiap pertandingan.

“Ya, kita harus dukung terus supaya bisa mempertahankan di posisi satu ini. Mudah-mudahan kami bisa bertahan di posisi ini dan insya Allah tidak menutup bisa meraih gelar juara lagi,” ujarnya.

Bisa ya bisa tidak



Sementara itu Pelatih Persib Roberto Mario Carlos Gomez mengatakan, mengenai tndakan beberapa bobotoh yang masuk ke lapangan, dia melihat hal tersebut bukanlah pelanggaran.

“Saya tidak tahu tetapi mungkin bisa ya atau tidak (terkena sanksi). Saya rasa botootoh masuk ke lapangan karena ingin ikut merayakan kemenangan dan senang dengan para pemain. Saya pikir mereka masuk tidak untuk berkelahi,  mereka menikmati. Saya ingat ketika di Arema, para pendukungnya masuk ke lapangan dan melakukan tindakan tidak terpuji,” ucapnya.

Mario Gomez membandingkan, saat Persib bertandang ke markas Arema dan Persija, saat pergi maupun pulang harus menggunakan kendaraan Barakuda. Bahkan terakhir saat dikalahkan Persija 0-1 di Stadion PTIK, oknum suporter Persija melakukan tindakan tak terpuji dengan melaukan pelemparan kea rah mobil yang dinaiki Persib dan tidak mendapatkan sanksi.***

Bagikan: