Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Hujan, 20.5 ° C

Komdis PSSI Keluarkan Putusan, Ini Sanksi untuk Arema FC

Wina Setyawatie

JAKARTA, (PR).- Surat putusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait pelanggaran disiplin yang dilakukan Arema FC pada saat pertandingan melawan Persib Bandung, Minggu 15 April 2018 akhirnya diterima oleh manajemen Arema. Dalam putusan tersebut, Arema mendapat dua sanksi denda dan satu sanksi tambahan akibat terjadinya kerusuhan suporter di laga kontra Persib tersebut. 

Untuk sanksi denda, Arema mendapat dua Surat Putusan dengan total denda Rp 300 juta. Surat putusan pertama bernomor 022/L1/SK/KD-PSSI/IV/2018  berisi keterangan tentang  tingkah laku buruk suporter yang berakibat pada denda 250 juta.

Kemudian surat putusan kedua bernomor 023/L1/SK/KD-PSSI/IV/2018  berisi keterangan tentang tingkah laku buruk panitia pelaksana pertandingan. Poin dalam surat tersebut menyebutkan bahwa Panpel gagal memberikan rasa nyaman pada perangkat pertandingan hingga terjadi pelemparan botol dan sepatu yang mengakibatkan terlukanya pelatih Persib Bandung.

Selain itu, masih ditemukannya flare yang dinyalakan dan ada penonton yang turun ke tengah lapangan. Atas pelanggaran tersebut, Panpel Arema FC dikenai denda Rp 50 juta. 

Selain denda, Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi tambahan untuk Panpel yakni penutupan sebagian  tribun Stadion Kanjuruhan yakni di tribun timur. Sanksi tersebut akan diterapkan dua laga kandang Arema melawan Persipura Jayapura pada 27 April 2018 dan melawan PSM Makassar pada 13 Mei 2018.

Menerima



Terkait putusan tersebut, Media Officer (MO) Arema FC, Sudarmaji mengatakan jika Manajemen Arema FC  menerima sanksi tersebut. Tapi mereka akan mengirim surat kepada Komdis untuk meminta petunjuk teknis terkait hukuman tentang penutupan Tribun Timur di dua pertandingan selanjutnya. "Kita istikomah, cuma akan berkirim surat teknis sebagian tribun timur yang dimaksud seperti apa teknisnya," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kerusuhan terjadi saat laga Arema vs Persib memasuki menit tambahan babak kedua. Sejumlah penonton dari tribun Timur Stadion Kanjuruhan, tiba-tiba merangsek ke tengah lapangan dan memaksa wasit menghentikan laga.

Selain itu, aksi pelemparan berbagai benda juga dilakukan oknum suporter. Bahkan pelatih Persib Roberto Carlos Mario Gomes dan bek Ardi Idrus menjadi korban meski hanya mengalami luka ringan.

Meskipun demikian, Gomez menyerahkan semua keputusan terkait insiden tersebut kepada manajemen Persib dan Komdis PSSI. “Itu tidak cukup bagus, saya tidak mempermasalahkannya. Tetapi masalahnya kami tidak menyukai adanya kekerasan, karena ini sepak bola. Di Persib sendiri tidak ada korban lain, karena kami bisa cepat meninggalkan lapangan,”tutur Gomez saat ditemui di Bandara Huesin Sastranegara, Jalan Pajajaran, Senin 16 April 2018.***

 

Bagikan: