Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Hujan, 20.5 ° C

Dijamu Arema, Kesempatan Persib Perbaiki Catatan Awal Musim Liga 1 2018

Handri Handriansyah

BERTANDANG ke markas Arema FC dalam lanjutan Liga 1 2018, Minggu 15 April 2018, nilai minus Persib adalah absennya sang kapten Supardi Nasir. Namun nilai plusnya adalah kemenangan 2-0 di laga terakhir kontra Mitra Kukar.

Kemenangan tersebut bisa jadi modal besar karena dari tiga laga awal, performa Maung Bandung menunjukan grafik positif. Apalagi duet striker yang dimiliki yaitu Jonathan Bauman dan Ezechiel N'Douassel mulai menunjukan ketajaman mereka.

Hal itu idealnya menjadi motivasi bagi tim Pengeran Biru untuk terus memperbaiki posisinya di klasemen. Apalagi tiga laga awal musim ini terbilang yang terburuk dalam lima musim terakhir.

Ya, kali ini Persib hanya meraih empat poin dari satu kemenangan, satu kali seri dan sekali kalah di tiga laga awal Liga 1 2018. Sementara pada Liga 1 2017, ISC A 2016, dan LSI 2013, Persib mampu mengemas 5 poin.

Meskipun tak menentukan hasil akhir, start awal memang bisa menjadi gambaran ke depan. Seperti halnya pada LSI 2014 di mana Persib bisa mengoleksi tujuh poin di tiga laga awal dan berujung menjadi jawara kasta sepakbola tertinggi tanah air.

Produktif



Namun jika dilihat sisi produktifitas, awal Liga 1 2018 sebenarnya tidak terlalu buruk. Persib mampu mencetak 4 empat gol meskipun harus kebobolan dalam jumlah yang sama.

Jumlah gol Persib di tiga laga awal musim ini, sama dengan Liga 1 2017 dan LSI 2014. Namun ketika itu, Persib hanya kebobolan dua gol.

Setidaknya capaian itu sedikit lebih baik ketimbang ISC A 2016 di mana Persib hanya mencetak tiga gol dan kemasukan satu gol di tiga laga awal. Sedangkan LSI 2013 masih menjadi musim dengan produktifitas terbaik, karena di tiga laga awal, Maung Bandung mampu tujuh kali merobek gawang lawan dan hanya kebobolan tiga gol.

Menariknya, kali ini 75 persen gol Persib dicetak oleh sosok striker. Berbeda dengan musim 2014, 2016 dan 2017 di mana gol Persib di tiga laga awal didominasi oleh gelandang dan bek.

Sederet data tersebut menunjukan bahwa Persib kali ini datang ke Stadion Kajuruhan dengan "wajah baru". Sehingga wajar jika pelatih Roberto Carlos Mario Gomez tak mau melihat sejarah yang menunjukan bahwa Persib belum pernah menang atas Arema di stadion tersebut.

Sebuah optimisme yang masuk akal, karena kubu Arema pun kini berbeda dengan beberapa musim sebelumnya. Bukti nyata adalah ketika Maung Bandung bisa menaklukan Singo Edan pada laga uji coba di Stadion Gelora Bandung Lautan Api beberapa waktu lalu.

Meski bukan laga resmi, setidaknya Persib mampu merubah rekor pertemuan yang selalu berakhir imbang sejak ISC A 2016 lalu. Tentunya bobotoh pun berharap Gomez bisa kembali merubah rekor serupa di Malang.***

Bagikan: