Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Berawan, 21.8 ° C

Serba 3 untuk Ardi Idrus di Persib

Irfan Subhan

PERSIB Bandung resmi mengontrak pemain barunya, Ardi Idrus, selama tiga tahun. Pemain yang nantinya akan diposisikan sebagai  bek itu melengkapi komposisi pemain di skuat Maung Bandung saat ini.

Sebelumnya, Ardi Idrus telah mengikuti trial bersama Persib selama sepekan. Penampilannya di lapangan ternyata mampu memikat hati Pelatih Roberto Carlos Mario Gomez untuk merekrutnya.

Meski Roberto Carlos Mario Gomez memutuskan merekrutnya, manajemen klub tidak bisa serta merta langsung mengikatnya dengan kontrak karena sebelum mengikuti trial bersama Pangeran Biru, Ardi Idrus telah terikat prakontrak dengan Semen Padang.

Manajemen Semen Padang yang memberikan keleluasaan bagi Ardi Idrus untuk mengikuti trial di Persib.

“Alhamdulillah, Semen Padang sudah melepaskan dan sekarang sudah teken kontrak di Persib. Jadi, sekarang saya bisa fokus sepenuhnya untuk Persib. Intinya, bekerja keras dan bantu tim supaya bisa bersaing di papan atas kalau bisa juara tahun ini,” tutur Ardi di Stdaion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 29 Maret 2018.

Pemain yang sebelumnya membela PSS Sleman itu menyatakan, untuk target pribadi, dia ingin menunjukkan kemampuan terbaiknya di Persib agar bisa terpilih masuk tim inti.

“Target pribadi, di sini persaingan antara pemain pasti ada dan saya ingin menunjukkan kualitas seperti saya bermain di klub lain. Sekarang adaptasi saya di Persib sudah bagus dan insya Allah saya akan keluarkan kemampuan terbaik. Bobotoh memang belum mengenal saya, tetapi insya Allah pasti saya akan berikan yang terbaik untuk bobotoh,” katanya.

Nomor punggung



Di Persib, Ardi Idrus akan menggunakan nomor punggung 3. Saat ditanya alasannya memilih nomor tersebut, dia menyatakan tidak ada hal yang spesial dan hanya karena dia menyukai nomor itu sejak dulu.

“Alasannya pilih nomor 3, suka saja dengan nomornya. Di klub kemarin, saya pakai nomor 37, tetapi sekarang nomor ini di Persib sudah di pakai Muchlis Hadi Ning sehingga saya pilih nomor 3,” ujarnya.

Ardi Idrus mengatakan, dia di kontrak selama tiga musim oleh manajemen Persib. Kepercayaan ini tidak akan dia sia-siakan, mengingat Persib merupakan salah satu klub terbesar di Indonesia, dan dirinya ingin kembali membawa kejayaan Persib bersaing di papan atas.

Untuk persaingan di tim, Ardi Idrus ,menyatakan, hal itu tidak terlalu berat. Bahkan dia selalu bertanya kepada pemain senior agar bisa mendapat ilmu tambahan sebagi bekal di kemudian hari.

Ardi Idrus mengatakan, kompetisi Liga 1 masih panjang. Menjadi pemain cadangan bukan berarti jelek, tetapi harus menjadi pemicu agar berkonsetrasi jika sewaktu-waktu diturunkan pelatih.

“Kita harus tunjukan kemampuan dengan maksimnal. Adaptsi alhamdulillah bisa bagus dan sudah akrab dengan pemain lainnya. Pemain yang paling dekat sekarang ini sama bang Pardi (supardi Nasir), dia selalu mengajak untuk ikut salat bareng,” ucapnya.

Mengenai kontrak jangka panjang, Asisten Pelatih Persib Fernando Soler mengatakan, untuk masalah durasi kontrak, hal itu sepenuhnya merupakan urusan manajemen karena pelatih hanya sebatas merekomendasikan.

Fernando Soler mengatakan, direkrutnya Ardi Idrus adalah karena saat ini Maung Bandung masih kekurangan pemain pelapis untuk menempati posisi di bek sayap kiri yang selama ini biasa ditempati Tony Sucipto.

“Kami hanya punya satu pemain di bek kiri. Amannya masing-masing posisi ada dua pemain sehingga kalau ada satu pemain yang tidak bisa bermain, ada penggantinya. Seperti Eka (Ramdani) misalnya, kalau dia tidak bisa bermain, tidak ada pemain di posisi itu,” ujarnya.

Putra Ternate



Rekam Jejak Ardi terbilang cukup mumpuni, dia mengawali keriernya di Persiter Ternate. Setelah itu, ia bermain untuk Malut U16 Liga Medco 2007 Jakarta, bahkan pemain bertinggi badan 170 cm dengan berat 65 kg itu pernah memperkuat SAD Uruguay. 

Tidak hanya itu, pemain kelahiran Ternate itu juga pernah membela tim Maluku Utara U-16 untuk Liga Medco 2018 di Yogyakarta. Setelahnya, Ia memperkuat Persibom Bolaang Mongondow, dilanjut ke PSM Makassar U-21.

Dia juga tercatat sebagai pemain Pra PON Kalsel, PSPS Pekanbaru di ISL 2012. Persin Sinjai, Persitara Jakarta Utara dan Persip Pekalongan juga pernah diperkuat pemain ini. Saat di Liga Super Indonesia, Ardi juga sempat memperkuat Persiram Raja Ampat. Dua klub terakhirnya yaitu Persepam Madura dan PSS Sleman di Liga 2.***

Bagikan: