Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Langit umumnya cerah, 19.6 ° C

Ini Kata Fernando Soler Soal Gol Balasan di Detik Akhir Laga Persib vs PS Tira

Gugum Rachmat Gumilar
PEMAIN Persib Bandung Ezechiel N’Douassel beradu cepat dengan pemain belakang PS Tira Irfandi saat berlangsungnya Liga 1 Indonesia di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Kota Bandung, Senin, 26 Maret 2018. Persib harus menerima skor akhir imbang 1-1 setelah PS Tira membobol gawang pada menit akhir babak tambahan.*
PEMAIN Persib Bandung Ezechiel N’Douassel beradu cepat dengan pemain belakang PS Tira Irfandi saat berlangsungnya Liga 1 Indonesia di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Kota Bandung, Senin, 26 Maret 2018. Persib harus menerima skor akhir imbang 1-1 setelah PS Tira membobol gawang pada menit akhir babak tambahan.*

TRAGIS...Persib Bandung mesti rela tak mendapatkan poin penuh di laga perdana. Pertandingan perdana Liga 1 2018 Persib vs PS Tira di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Senin, 26 Maret 2018 berakhir dengan skor seri 1-1.

Ironisnya, gol balasan tim lawan terjadi di detik-detik terakhir pertandingan. Padahal tim Pangeran Biru sudah memimpin sejak babak pertama.



Asisten pelatih Persib Bandung, Fernando Soler mengakui, anak asuhnya lengah. Supardi Nasir dan kawan-kawan kadung merasa kemenangan sudah dalam genggaman, tiga poin telah diamankan. Itu salah satu faktor yang membuat gol lawan tercipta.



"Kami bermain baik dan konsisten sepanjang 90 menit pertandingan. Itu bagus. Apa yang diminta pelatih pada para pemain, terlihat, bagus. Tapi hanya satu bola foul di menit terakhir pertandingan, lawan cetak gol. Kami lengah seperti tidur," kata Soler dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.



Sosok pengganti sementara Mario Gomez itu juga mengakui, selain sudah merasa di atas angin, ada hal lain yang menyebabkan konsentrasi tim Persib buyar dan berujung kebobolan. Faktor lain itu adalah stamina. Pasalnya hampir sepanjang babak kedua, tim Pangeran Biru terus berada dalam tekanan.

Di sisi lain pada babak pertama, energi para pemain juga terkuras karena terus menyerang. "Stamina, capek, saya lihal hal itu," kata Soler.

Faktor Usia?



Alasan stamina yang diungkapkan Soler memang cukup beralasan. Semua bobotoh yang menyaksikan laga tersebut pun bisa melihat bagaimana menurunnya daya juang hampir seluruh skuad inti Persib di lapangan.

Salah seorang yang paling kentara adalah Oh Inkyun yang kini sudah berusia 33 tahun. Seperti pada beberapa laga uji coba, Inkyun selalu eksplosif di babak pertama namun melempem di babak kedua.

Belum lagi sejumlah pemain yang juga sudah berusia kepala tiga seperti Eka Ramdani, Supardi di lapangan tengah serta Tony Sucipto, Wildansyah dan Bojan Malisic di lini belakang.

Dua pergantian pemain yang dilakukan Soler pun tidak begitu berarti karena Eka Ramdani digantikan oleh Hariono. Sementara striker muda Muchlis Hadi dimasukan pada empat menit jelas habisnya waktu normal.***

Bagikan: