Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Cerah berawan, 27.4 ° C

Duel Panas Persib-Persija, Selain Stadion Pengamanan Dilakukan juga di Basis Jakmania di Jabar

Hendro Susilo Husodo
Kepala Polda Jabar Anton Charliyan di Sekolah Polisi Negara, Jumat 22 juli 2017.
Kepala Polda Jabar Anton Charliyan di Sekolah Polisi Negara, Jumat 22 juli 2017.

NGAMPRAH, (PR).- Kepolisian Daerah Jawa Barat menyiapkan sekitar 3.000 personel untuk mengamankan duel panas antara Persib Bandung dengan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung, Sabtu 22 Juli 2017. Selain di sekitar stadion, pengamanan juga diterapkan di sejumlah daerah di Jabar yang memiliki basis pendukung Persija, Jakmania. 

Kepala Polda Jabar Anton Charliyan mengatakan, kepolisian tetap akan melakukan pengamanan secara ekstra, walaupun Jakmania sudah dilarang untuk datang ke Bandung. Soalnya, iring-iringan bobotoh atau pendukung Persib tetap berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Untuk itu, dia mengimbau agar kedua pihak suporter bisa turut menjaga keamanan.

"Sekitar 3.000 personel sudah disiapkan, dari mulai Sabhara, Brimob, dan Polres-polres. Kami tetap harus mengantisipasi, walaupun pertandingan ini tidak ada penonton dari Jakmania. Berdasarkan pengalaman kan ada saja gangguan keamanan itu. Mungkin di stadion tidak, tapi di jalur keberangkatan dan kepulangan bobotoh juga rawan. Inilah yang memerlukan banyak kehadiran anggota," kata Anton di Sekolah Polisi Negara Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat 21 Juli 2107.

Kabid Humas Polda Jabar Yusri Yunus menjelaskan, sebanyak 2.260 personel akan disebar untuk melakukan pengamanan di sekitar stadion. Penempatan personel akan dibagi dalam empat ring, yaitu di dalam stadion, di pintu masuk stadion, di sekitar area parkir, dan di jalur-jalur masuk ke Stadion GBLA. 

"Penempatan polisi itu untuk menjaga semua ancaman yang mungkin ada. Ancaman itu kan bermacam-macam, bisa keributan antar penonton dengan pemain, pelemparan-pelemparan batu, keributan penonton, atau teror ancaman bom dan lain-lain," katanya. 

Basis pendukung Persija



Pengamanan ketat, kata dia, juga dilakukan oleh Polres-Polres yang berada di wilayah Polda Jabar. Walaupun sudah ada kesepakatan bersama bahwa Jakmania tidak akan datang ke Bandung, potensi-potensi keributan suporter dari kedua belah pihak masih tetap terbuka. Apalagi, sejumlah daerah di Jabar memiliki basis pendukung Persija.

"Di beberapa kabupaten/kota di Jabar itu kan ada Jakmania. Di Bogor, Bekasi, Depok, Karawang itu ada kantong-kantong Jakmania. Kemarin sudah dikoordinasikan bersama, kapolres-kapolres juga ada. Jadi, sudah diinsturksikan kepada Kapolres-Kapolres untuk segera dilakukan penghalangan terhadap Jakmania di masing-masing wilayahnya. Kalau memang toh masih ada Jakmania yang mau berangkat, adakan penyekatannya supaya tidak ke Bandung," katanya.

Terkait dengan pengamanan bagi tim Persija, Yusri menyatakan bahwa kepolisian pun akan menerapkan pengamanan yang berbeda dengan pengamanan bagi tim Persib. Soalnya, kata dia, keberangkatan dan kepulangan tim Persija dikhawatirkan mengalami gangguan keamanan. Meskipun begitu, dia menyatakan bahwa tim Persija tak akan menggunakan kendaraan khusus.

"Tentu dibedakan, karena tim Persib tak mungkin diganggu bobotoh. Untuk tim Persija, kami akan kawal ketat mulai dari datang ke Bandung, ke hotel, masuk stadion, termasuk di ruang ganti, sampai dengan kepulangannya lagi. Sementara ini, tim Persija tak perlu memakai kendaraan khusus. Pakai bus saja, kan lebih enak," katanya.***

Bagikan: