Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Langit umumnya cerah, 22.1 ° C

Optimalkan Kerja Kolektif Lini Belakang Persib

Arif Budi Kristanto

LIMA laga tak terkalahkan, empat pertandingan tanpa kebobolan, dan 11 poin dikumpulkan. Catatan positif yang susah payah dirangkai Persib Bandung dari pekan ke-25 akhirnya rusak pada pekan ke-30 ISC 2016 di tangan Persela Lamongan. 

Kekalahan 1-2 dari Laskar Joko Tingkir di Stadion Surajaya Lamongan, Sabtu 26 November 2016, menuntun Maung Bandung kembali pada kebiasaan buruknya yakni terkapar di kandang lawan.

Belum pudar kekecewaan akibat kekalahan kesembilan itu, Persib Bandung sudah harus bersiap menghadapi tamu yang akan datang ke Bandung, yakni Perseru Serui. Meskipun calon lawan dipastikan bakal terganggu masalah kelelahan akibat perjalanan jauh plus keterpurukan mental setelah kalah telak 1-6 dari Pusamania Borneo FC, laga ini tetap tidak bisa dianggap gampang oleh pasukan Djadjang Nurdjaman. 

Apalagi, pada pertandingan Rabu 30 November 2016 nanti, Persib tidak bisa turun dengan materi terbaik di lini pertahanan. Bek tengah Vladimir Vujovic yang menerima kartu kuning ketujuhnya musim ini pada laga kontra Persela dipastikan absen. Pertaruhan harus dilakukan dengan menempatkan bek sayap Tony Sucipto di posisi bek tengah, berduet dengan pemain yang berposisi asli gelandang bertahan, Diogo Alves Ferreira.

Tony tidak merasa punya masalah dengan pergeseran posisinya ke jantung pertahanan. Pemain yang juga bisa bermain di pos gelandang itu mengaku sudah memahami tugas dan fungsi yang harus dilakukan seorang bek tengah. 

”Tidak ada masalah, sebelum-sebelumnya juga pernah dimainkan di posisi itu. Bedanya sekarang duetnya dengan Diogo (Ferrerira). Tapi saya optimistis tidak akan ada masalah. Kami harus bangkit dan menang, apalagi ini di kandang,” ujar Tony.

Sektor pertahanan memang akan menjadi sorotan pada laga kontra Perseru Serui. Dua gol kilat dalam interval dua menit yang berhasil dilesakkan para pemain Persela adalah pertunjukan betapa rapuhya kinerja Persib di sektor vital tersebut.

Ketiadaan Vladimir Vujovic dalam laga nanti juga akan benar-benar menjadi ujian bagi Persib yang sedang berupaya bangkit sekaligus mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang. Faktanya, sepanjang ISC 2016 Persib selalu kalah ketika Vlado absen di lini belakang. 

Pertama adalah ketika Maung Bandung bertandang tanpa Vlado ke markas Bhayangkara FC di Sidoarjo pada putaran pertama kompetisi. Persib yang masih dipimpin Dejan Antonic babak belur dihajar 1-4 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo 11 Juli 2016.

Selanjutnya pada awal putaran kedua, yakni saat Persib bertamu ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, untuk menantang Bali United Pusam 18 September 2016. Tanpa Vlado, Persib pulang membawa kekalahan 0-1. Dalam laga tandang kontra Mitra Kukar pertengahan Oktober lalu, stopper asal Montenegro itu juga absen akibat kartu kuning kelima. Hasilnya, Maung Bandung takluk 1-2.

Tiga kali Vlado absen, tiga kali Persib kalah. Catatan buruk itu tentunya harus menjadi peringatan bagi Maung Bandung untuk lebih fokus dan berhati-hati sembari tetap menjaga rasa optimistis.

Tony Sucipto tidak memungkiri besarnya peran Vlado di lini pertahanan. 

Namun, pemain asal Surabaya ini menegaskan, apa pun kondisi komposisi tim, siapa pun yang bermain, laga ini wajib dimenangi demi kembali mendongkrak posisi Persib yang kini tercecer di peringkat 10 klasemen. Seluruh pemain harus tampil habis-habisan untuk menjaga rekor tak terkalahkan sebagai tuan rumah.

”Bertahan bukanlah semata kewajiban para pemain di lini belakang. Kerja kolektif akan membuat tim lebih kuat baik saat menyerang ataupun bertahan,” ujar pemain berusia 30 tahun itu mengingatkan.***

Bagikan: