Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

Kenangan Persib : Ngambek Ala Marek

Ferry Indra Permana
PRLM - Berikut ini kenangan Persib pada tahun 2003. Ada pemandangan aneh yang terjadi pada pertandingan perdana Persib Maung Bandung (PMB) melawan tamunya PSPS Pekanbaru, pada Kompetisi Liga Indonesia IX, di Stadion Siliwangi, Minggu (12/1/20003).

Ribuan pasang mata penonton banyak mengarah ke tempat duduk di tribun utama VIP dan semua tertuju ke pelatih PMB, Marek Andrezj Sledzianowski yang duduk berdampingan dengan istrinya Ana Maria, dan istri Muharski dan Dolega.

Bahkan, beberapa penonton sempat berteriak, "Kunaon Marek aya di luhur, lain di handap? (Kenapa Marek ada di atas, bukan di bawah? -red.)."

Pertanyaan para penonton ini memang wajar sebab kenapa Marek yang bertindak sebagai pelatih kepala Persib malah duduk di VIP, meninggalkan tiga orang asisten pelatih dan para pemain.

Ketika ditanya kenapa duduk di VIP dan tidak bersama pemain, Marek tidak mau berkomentar. Mulutnya seperti terkunci rapat dan hanya memberikan isyarat dengan mengangkat bahu sambil membuka kedua tangannya.

Kabarnya, sikap yang ditunjukkan Marek tersebut sebagai sikap protes kepada manajemen Persib setelah penjaga gawang Marius Muharski tidak bisa tampil akibat belum mendapat izin kerja dari Dinas Tenaga Kerja.

Setelah terus didesak untuk berkomentar, Marek akhirnya buka mulut juga. "Pertandingan sekarang, Persib tidak siap. Muharski yang sudah berlatih selama empat bulan di sini (Bandung - red.) dan dalam kondisi siap tampil, ternyata tidak bisa main. Saya seperti disabotase, kerja manajemen tidak serius," ungkapnya, seolah mengeluarkan kekesalannya.

Selama berada di tribun VIP, Marek terus mengisap tembakau melalui cangklong dan matanya terus tertuju ke lapangan pertandingan. Untuk mengatur strategi, sekali-sekali Marek melalui telefon genggamnya (HP) menghubungi asisten pelatihnya Iwan Sunarya yang berada di pinggir lapangan.

Seperti ketika salah seorang pemainnya M. Yusuf terlihat meminta untuk diganti, Marek tetap menyuruh Iwan untuk tidak mengganti Yusuf. "Mister Iwan, tidak ada pergantian pemain. Yusuf tetap bermain, saya terus memantau di sini," ujar Marek.

Beberapa lama kemudian Marek terlibat lagi pembicaraan dengan Iwan. "Apa, Yusuf mengalami problem kaki? Oke, siapkan Eka dan Aji pindah menjadi bek kiri ganti posisi Yusuf," perintahnya.

Komunikasi melalui HP antara pelatih kepala dengan asistennya ini terus berlangsung hingga pertandingan usai. Suatu hal yang belum pernah terjadi selama Persib ditangani pelatih lokal. Memang, inikah cara pelatih asing jika sedang 'ngambek'? (Ferry-Arsip "PR"/A-88)***
Bagikan: