Meski Ada Vaksin Covid-19, Hasil Survei: Orang Lebih Pilih Belajar Jarak Jauh Secara Daring

- 7 November 2020, 07:45 WIB
Ilustrasi belajar jarak jauh: Pemerintah telah membuat kebijakan baru dengan memperbolehkan KBM tatap muka di zona kuning, kebijakan ini juga telah dinilai oleh FGSI.
Ilustrasi belajar jarak jauh: Pemerintah telah membuat kebijakan baru dengan memperbolehkan KBM tatap muka di zona kuning, kebijakan ini juga telah dinilai oleh FGSI. /Pikiran-Rakyat.com/Ade Mamad

PIKIRAN RAKYAT - Meski muncul sejumlah kendala, sistem pembelajaran secara daring masih dinilai paling tepat diterapkan saat pandemi Covid-19. 

Meski vaksin nanti diberikan kepada masyarakat Indonesia, sebagian besar orang tetap memilih melaksanakan pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Hal itu terungkap dari hasil riset sebuah perusahaan jasa konsultasi marketing, Inventure. Managing Partner Inventure Yuswohady mengatakan, sebagian besar atau sebanyak 67,8% dari 441 responden yang disurvei setuju pembelajaran daring terus diterapkan pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB). 

 Baca Juga: Hindari Tidur saat Rambut Basah, Ternyata Berbahaya!

Alasannya, meskipun vaksin sudah diproduksi, masih ada potensi penularan Covid-19 yang sangat besar.

Oleh karena itu, sekolah tatap muka belum mungkin dilaksanakan. 

"Proses sekolah secara daring bakal lama diterapkan karena kekhawatiran orang tua. Oleh karena itu, transformasi menuju pembelajaran secara hibrid akan kian terwujud," kata Yuswohady dalam seminar daring "Indonesia Industry Outlook 2021 Conference" dengan tema "Online Learning Revolution: The Human Resources Challenges”, Jumat 6 November 2020.

 Baca Juga: 6 Pekerjaan yang Disukai Wanita, Mulai dari Akuntan hingga Model

Namun, di sisi lain, pembelajaran jarak jauh membuat para orang tua, khususnya yang bekerja dari rumah saat pandemi Covid-19 kerepotan saat mendampingi anak belajar. Dari riset yang dilakukan oleh Inventure, 69,8% responden yang rata-rata adalah orang tua menyatakan kerepotan dengan sistem pembelajaran jarak jauh.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Sumberdaya Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) Reza Ashari Nasution, untuk menunjang pembelajaran daring, SBM ITB membangun sistem dan aplikasi pembelajaran. Menurut dia, tak terlalu sulit bagi SBM ITB mengubah sistem pembelajaran dari tatap muka menjadi jarak jauh.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X