Masyarakat Desa Belum Paham Covid-19, ITB dan Unjani Beri Penyuluhan

- 29 Oktober 2020, 16:33 WIB
Dosen Institut Teknologi Bandung Muhammad Yudhistira menjelaskan kepada anggota karang taruna tentang Covid-19 di Desa Kersamaju, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu 24 Oktober 2020. /Dokumentasi ITB

PIKIRAN RAKYAT - Belum sadarnya masyarakat desa tentang bahaya Covid-19 mendorong dosen, mahasiswa dan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) mengedukasi masyarakat tentang protokol kesehatan saat pandemi Covid-19

Selain itu, para sivitas akademika ITB juga melatih masyarakat desa membuat cairan sanitasi tangan dan sabun cair agar masyarakat menjaga kebersihan diri selama pandemi.

Dosen Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB Muhammad Yudhistira menuturkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dari pengabdian ITB kepada masyarakat. Edukasi kepada masyarakat dilakukan di Desa Kersamaju, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu 24 Oktober 2020.

 Baca Juga: Bantah Ucapan Jubir Presiden soal Kebebasan Berpendapat, BEM UNY: Kami Belum Aksi Sudah Diciduk

Dikatakan Yudhistira, saat melakukan survei pada September 2020, dia mendapati masyarakat Desa Kersamaju belum memahami bahaya Covid-19. Tidak ada satu pun warga yang menggunakan masker. Beberapa warga masih berkerumun tanpa memakai masker.

"Mereka (masyarakat desa) menganggap bahwa Covid-19 hanya ada di kota. Warga yang pake masker hanya pendatang dan aparat desa," ucap Yudhistira kepada Pikiran-rakyat.com, Kamis 29 Oktober 2020.

Masyarakat juga tidak menjaga kebersihan diri dengan rajin cuci tangan. Belum diterapkannya protokol kesehatan di Desa Kersamaju karena masyarakat desa belum pernah mendapat sosialisasi tentang Covid-19. Oleh karena itu, ITB memilih Desa Kersamaju sebagai lokasi edukasi tentang Covid-19.

 Baca Juga: BIJB Sepi dan Gelap Gulita, Jadi Tujuan Pencari Rumput untuk Pakan Ternak

Yudisthira dan timnya memberikan pemahaman tentang Covid-19 dan kebiasaan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker) kepada 20 anggota karang taruna. Anggota karang taruna juga dilatih langsung membuat cairan sanitasi tangan dan sabun cair. 

Tiga hal yang diajarkan yakni cara menyiapkan larutan pembuat cairan sanitasi tangan dan sabun cair, mengukur komposisi dan mengemas cairan ke dalam botol.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X