Fasilitasi Siswa Dipelosok Tak Miliki Smartphone, Disdik Garut Manfaatkan Siaran TV Lokal untuk PJJ

- 3 Oktober 2020, 06:30 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Garut, Totong, meninjau salah satu ruangan yang digunakan sebagai studio siaran PJJ melalui siaran TV lokal di lingkup Kantor Disdik Garut. /Kabar Priangan/Aep Hendy

PIKIRAN RAKYAT - Berbagai terobosan dilakukan pemerintah agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa epektif di masa pandemi Covid-19. Begitupun halnya dengan Pemkab Garut yang juga terus mencari cara terbaik agar pembelajaran jarak jauh (PJJ) bisa berjalan dengan baik.

Melalui Dinas Pendidikan setempat, Pemkab Garut, Jawa Barat, kini mulai menggunakan siaran televisi (TV) untuk pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Cara ini merupakan terobosan baru yang diharapkan bisa lebih mengepektifkan kegiatan PJJ di Kabupaten Garut.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Totong, menyebutkan sebelumnya kegiatan PJJ dengan manfaatkan jaringan internet juga telah dilaksanakan. Namun cara seperti ini belum begitu maksimal dikarenakan berbagai hal.

Baca Juga: Anda Penderita Asam Urat? Simak 5 Rekomendasi Makanan yang Aman untuk Dikonsumsi

Dikatakannya, selain masih banyaknya daerah yang berada di wilayah pelosok yang masih belum bisa terjangkau jaringan internet, di Garut juga tak sedikit orang tua atau siswa yang belum memiliki smartphone atau laptop. Hal ini tentu menyebabkan PJJ dengan sistem pemanfaatan jaringan internet tidak bisa berjalan efektif.

"Kalaupun mereka memiliki perangkat handphone, tapi banyak juga yang kesulitan dalam pengisian kuota internetnya. Ini menjadi bahan pertimbangan kita sehingga kita coba cari alternatif lain yang lebih epektif," ujar Totong, Jumat 2 September 2020.

Secara kebetulan, tutur Totong, di Garut ada sebuah stasiun TV lokal yakni Sembilan TV yang bisa diajak bekerjasama untuk menyiarkan program PJJ melalui siaran TV. Program PJJ melalui siaran TV ini sudah berjalan sejak empat hari lalu.

Baca Juga: Kemenkes Tetapkan Tarif Termahal untuk Swab Test Nasional Rp 900 Ribu

Totong menjelaskan, sistem pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan siaran TV lokal ini berlangsung setiap Senin sampai Jumat selama delapan jam setiap harinya. Penyiaran dimulai pukul 08.00 WIB dengan materi pelajaran dibagi mulai tingkat PAUD, TK, SD dan SMP.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X