Sejarah Harus Jadi Mata Pelajaran Wajib, IKA UPI: Jika Dihapus, Jati Diri dan Karakter Bangsa Hilang

- 20 September 2020, 13:32 WIB
Ilustrasi pelajaran. /Pixabay/Pandannalmagen

PIKIRAN RAKYAT -  Ikatan Alumni (IKA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Komisariat Departemen Pendidikan Sejarah mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, menjadikan sejarah sebagai mata pelajaran wajib pada seluruh jenjang pendidikan menengah, yakni SMA, SMK, MA, dan MAK.

Desakan itu merupakan respon dari berbedarnya draft penyederhanaan kurikulum yang tengah digodok tim bentukan Menteri Nadiem.

Dalam draft tersebut, mata pelajaran sejarah hanya menjadi bagian dari Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas X dan menjadi mata pelajaran pilihan di kelas XI dan XII.

Baca Juga: Indonesia vs Qatar, Shin Tae-yong Ungkap Kondisi Terkini Garuda Muda

Sementara di SMK, rancangan penyederhanaan kurikulum tidak mencantumkan adanya mata pelajaran sejarah.

“Kami menolak dengan tegas reduksi mata pelajaran sejarah sebagaimana tertuang dalam rancangan penyederhanaan kurikulum.

Sebaliknya, kami menuntut dikembalikannya sejarah sebagai mata pelajaran wajib pada seluruh jenjang pendidikan menengah SMA/SMK/MA/MAK,” kata Ketua IKA Pendidikan Sejarah UPI Dadan Wildan dalam siaran pers, Minggu 20 September 2020.

Baca Juga: Persib Kalahkan Bandung United dengan Skor Telak, Pelatih Robert Alberts Akui Cukup Puas

Dadan juga mendesak Menteri Nadiem melakukan evaluasi total terhadap proses penyederhanaan kurikulum yang dilakukan lembaga nonpemerintah.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X