Kebijakan Nadiem Makarim Disambut Baik, Sekolah Bisa Sederhanakan Kurikulum Secara Mandiri

- 8 Agustus 2020, 07:18 WIB
Ilustrasi belajar di sekolah saat pandemi /Pikiran-Rakyat.com/Ahmad Rayadie

PIKIRAN RAKYAT - Kepala sekolah menyambut baik kebijakan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim yang menyesuaikan kurikulum saat masa darurat pandemi Covid-19.

Sejumlah kepala sekolah menilai, memberikan kebebasan kepada sekolah untuk melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri adalah pilihan terbaik.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kota Bandung Euis Purnama mengatakan, dengan perampingan jam belajar saat belajar daring, target pencapaian kompetensi dasar tentu tidak akan tercapai.

Baca Juga: 2 Pelajar SMPN Terkonfirmasi Positif Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka di Sambas Akhirnya Dibatalkan

Saat ini, durasi satu jam mata pelajaran hanya 30 menit. Lebih singkat dibandingkan saat kondisi normal selama 45 menit. Oleh karena itu, pengurangan kompetensi dasar dalam kurikulum darurat dinilai sudah tepat.

"Meski demikian, kompetensi dasar yang esensial tidak boleh hilang," ucap Euis.

Dia pun mulai menerapkan penyederhanaan kurikulum secara mandiri di sekolahnya, SMKN 3 Bandung. Para guru diminta menganalisa pelajaran mana yang bisa dikolaborasikan sehingga kegiatan belajar mengajar lebih efektif. Jadi, dalam satu jam mata pelajaran, guru bisa memberikan empat mata pelajaran sekaligus kepada siswa.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 8 Agustus 2020, Gemini dan Leo Tertekan hingga Stres

Penggabungan mata pelajaran itu diambil dengan mempertimbangkan kemampuan siswa dalam menyimak pelajaran saat belajar daring. Anak-anak hanya bisa fokus belajar daring selama maksimal 3 jam. Dengan pilihan seperti itu, bahasan materi yang tidak terlalu penting, tidak perlu disampaikan kepada siswa.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X