Penuhi Tuntutan Orangtua, IAIS Soreang Akan Gelar Belajar Tatap Muka Bergilir

- 15 Juli 2020, 16:40 WIB
Pemeriksaan suhu dan protokol kesehatan sebelum masuk area IAIS Soreang, Kabupaten Bandung. /Pikiran-rakyat.com/Handri Handriansyah

PIKIRAN RAKYAT – Memenuhi tuntutan orang tua siswa, madrasah-madrasah IAIS Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berencana menerapkan kegiatan belajar tatap muka secara bergilir.

Namun rencana itu terlebih dulu akan disampaikan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung agar mendapatkan izin.

Ketua Yayasan IAIS Soreang, Asep Tosya Rostiawan mengatakan, pihaknya menyadari betul bahwa saat ini sekolah di Jawa Barat belum diizinkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka kecuali di daerah zona hijau.

Baca Juga: Pemkot Bogor Peroleh Penghargaan dari KASN, Bima Arya: Baru Dua Kota yang Menerima Ini

"Namun sebagai sekolah swasta, kami harus mengakomodir keinginan dari para orang tua siswa," ujarnya saat ditemui, Rabu, 15 Juli 2020.

Menurut Asep, aspirasi dari sejumlah orang tua tersebut kemudian sudah disampaikan kepada seluruh orang tua siswa lainnya. Bahkan secara tertulis melalui kuisioner daring, sekitar 95 persen orang tua siswa menyatakan keinginan mereka agar kegiatan belajar kembali dilaksanakan secara tatap muka.

"Meskipun demikian, kami tidak memaksakan orang tua siswa yang tidak setuju agar anak mereka belajar tatap muka. Mereka masih bisa belajar daring di rumah dan tetap kami layani," tutur Asep.

Baca Juga: Data BPS, Upah Buruh Bangunan dan Tani Naik Dibanding Mei

Di sisi lain, Asep menegaskan bahwa keinginan para orang tua itu tidak serta merta diakomodir sepenuhnya. Jika diizinkan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19, sistem tatap muka hanya akan dilaksanakan secara parsial dan bergilir.

Menurut Asep, tatap muka bagi setiap rombongan belajar hanya akan dilakukan sepekan dan dua pekan kemudian mereka kembali belajar daring di rumah. "Misalkan pekan ini siswa Kelas VII MTs, tatap muka sedangkan kelas VIII dan IX daring, lalu pekan depannya Kelas VIII tatap muka sedangkan Kelas VII dan IX daring dan seterusnya," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, pembelajaran tatap muka juga dikatakan Asep sudah didukung dengan sarana dan prasarana protokol kesehatan Covid-19. Pihak sekolah sudah menyediakan masker, tempat cuci tangan serta hand sanitizer untuk para siswa.

loading...

Baca Juga: Prabowo Ditunjuk Pimpin Food Estate, Anggota DPR: Jangan Aneh-aneh lah

"Penyaringan (screening) juga akan dilakukan ketat sejak dari gerbang sekolah. Siswa harus melewati bilik disinfeksi serta diperiksa suhu tubuhnya. Jika ada yang demam, batuk atau flu, mereka akan disuruh pulang untuk belajar daring di rumah," kata Asep.

Soal protokol menjaga jarak, Asep menegaskan bahwa pihaknya sejak lama memang sudah membatasi kapasitas hanya sampai 20 siswa per rombel. Mereka pun selama ini hanya duduk satu orang di setiap bangku, sehingga jarak antarsiswa dipastikan tetap terjaga.

Hal itu, kata Asep, juga sudah diterapkan pekan ini selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru. Asep melansir bahwa MPLS di madrasah IAIS harus dilakukan dengan sistem tatap muka, karena pihaknya harus melakukan pengujian untuk pengelompokan kemampuan siswa.

Baca Juga: Wajahnya Terpampang di Bak Truk, Agus Harimurti Yudhoyono: Semoga Tidak Mengganggu Konsentrasi

Soalnya sekolah tersebut memang memiliki kelas khusus atlet, sehingga siswa yang memiliki kemampuan khusus dalam bidang olahraga akan disatukan dalam satu kelas. "Selain itu kami memiliki jaminan bahwa setiap lulusan sudah bisa menghafal Alquran, sehingga mereka yang sudah fasih dan belum harus dikelompokan agar mendapatkan porsi pembelajaran yang berbeda," ucapnya.

Dengan semua protokol kesehatan dan sistem bergilir yang diterapkan, Asep berharap Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bandung bisa memberikan izin untuk pembelajaran tatap muka di sekolahnya. Terlebih lokasi sekolah berada di Soreang dan hampir seluruh siswa berasal dari wilayah Bandung Selatan yang notabene berstatus zona hijau.

Seperti diketahui, saat ini Kabupaten Bandung secara keseluruhan memang berstatus zona kuning. Namun wilayah Bandung Selatan, terutama Soreang saat ini merupakan zona hijau.

Pada 14 Juli 2020, Soreang tercatat sudah terbebas dari kasus Covid-19 baik positif aktif, PDP maupun ODP. Sebelumnya, Soreang memang sempat mencatat 5 kasus positif Covid-19, namun semua pasiennya kini sudah dinyatakan sembuh.***

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X