Bahasa Daerah Terancam Punah, Dipengaruhi Globalisasi dan Bahasa Indonesia

- 2 Oktober 2022, 19:40 WIB
Siswa sekolah dasar menjadi sasaran Pemerintah Jawa Barat untuk tetap melestarikan bahasa daerah yang kini sudah jarang digunakan.
Siswa sekolah dasar menjadi sasaran Pemerintah Jawa Barat untuk tetap melestarikan bahasa daerah yang kini sudah jarang digunakan. /Antara/M Risyal Hidayat

PIKIRAN RAKYAT - Bahasa daerah rentan punah setiap tahunnya karena pengaruh globalisasi. Di Indonesia, sejumlah bahasa daerah juga rentan mengalami kepunahan karena dorongan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Endang Aminudin Azis mengatakan, ancaman kepunahan bahasa daerah atau bahasa ibu tidak hanya terjadi di Indonesia. Tapi juga menjadi fenomena global.

Ia menyebutkan, data Unesco menunjukkan sekitar 200 bahasa daerah punah dalam rentang waktu 30 tahun terakhir.

Di Indonesia sendiri, sekitar 11 bahasa daerah punah pada tahun 2019. Hingga saat ini, diketahui ada sekitar 718 bahasa daerah di Indonesia.

Baca Juga: Bukan Gas Air Mata, Dokter Ungkap Dugaan Penyebab Banyaknya Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan

“Ini (punahnya bahasa daerah) adalah fenomena global. Unesco sendiri menunjukkan bila tiap 2 minggu ada bahasa daerah yang hilang,” ujarnya dalam diskusi Forum Wartawan Pendidikan dengan Badan Bahasa di Bogor, Minggu 2 Oktober 2022.

Badan Bahasa juga dikatakannya telah melakukan riset mengenai kondisi bahasa daerah pada tahun 2021. Ada 24 bahasa daerah yang diteliti. Hasilnya tidak cukup menggembirakan.

“Semuanya mengalami kemunduran,” katanya.

Ia mengatakan, di Indonesia, bahasa daerah yang terancam punah tidak hanya terjadi di wilayah timur saja. Namun juga terjadi di wilayah barat.

Halaman:

Editor: Nopsi Marga


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x