Sejarah Lawang Sewu, Bangunan yang Jadi Saksi Bisu Pertempuran Lima Hari di Semarang

- 7 Agustus 2022, 18:45 WIB
Sejarah berdirinya Lawang Sewu.
Sejarah berdirinya Lawang Sewu. /Pixabay/Tama66

PIKIRAN RAKYATLawang Sewu merupakan salah satu bangunan bersejarah yang berada di daerah Semarang.

Dibangun pada zaman kolonial Belanda sekitar tahun 1900-an serta menjadi saksi bisu dari peristiwa pertempuran lima hari.

Lawang Sewu dalam istilah jawa memiliki arti yang terdiri dari lawang atau pintu dan sewu yg berarti seribu.

Sehingga Lawang Sewu memiliki arti seribu pintu, meskipun faktanya bangunan tersebut hanya memiliki 928 pintu.

Baca Juga: Bung Binder Komentari Persib Bandung: Materi Pemain Istimewa tapi Permainan Gak Ada Istimewanya

Pada masa awal pembangunannya, lawang sewu merupakan kantor administrasi kereta api Belanda bernama Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Pembangunan diawali oleh seorang arsitek asal Belanda bernama Ir. P. De Rieu, yang difungsikan sebagai kantor percetakan karcis kereta api pada 1900 yang sekarang dinamai gedung C.

Setelah Ir. P. De Rieu meninggal, kemudian digantikan oleh Prof. J. Klinkhamer dan B. J. Oundag untuk melanjutkan pembangunan.

Mereka mengerjakan gedung A pada Februari 1904 dan selesai pada Juli 1907 yang menjadi kantor utama NIS pada saat itu.

Halaman:

Editor: Bayu Nurullah

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network