Tersedia 42.000 Kursi di SMP, Disdik Kota Bandung Jamin Seluruh Lulusan SD Tertampung

- 20 Mei 2020, 20:34 WIB
SEJUMLAH siswa mengikuti pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD, di SDN 062 Ciujung, Jalan Lapangan Supratman, Kota Bandung, Senin 22 April 2019. Pelaksanaan USBN SD berlangsung hingga Rabu 24 April 2019 dengan tiga mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.*/ADE BAYU INDRA/PR /ADE BAYU INDRA

PIKIRAN RAKYAT - Tersedia 42 ribu kursi sekolah menengah pertama negeri, dan swasta di Kota Bandung.

Ketersediaan kursi lebih banyak daripada jumlah lulusan SD di Kota Bandung pada 2020, yakni 38 ribu. Berlandaskan perbandingan itu, jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memastikan, ketersediaan kursi dapat menampung seluruh lulusan SD.

Kepala Disdik Kota Bandung Hikmat Ginanjar menyebutkan, 42 ribu kursi SMP, terdiri atas 17 ribu negeri, dan 25 ribu swasta. Siswa beserta orang tua mempunyai peluang lebih besar menentukan pilihan sekolah berdasarkan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bandung 2020.

 Baca Juga: Bantuan Tak Diantar, Warga Garut Antre Berdesakan hingga Anggaran Ongkos Kirim pun Disorot

"Bagi calon peserta didik SMP, terdapat empat jalur pendaftaran, yakni zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua, dan prestasi," ucap Hikmat di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu, 20 Mei 2020.

Siswa beserta orang tua, ucap Hikmat, beroleh tiga pilihan sekolah pada jalur zonasi. Pilihan pertama, dan kedua merupakan sekolah negeri yang berada di dalam zonasi. Sementara itu, pilihan ketiga merupakan sekolah swasta.

Pada jalur afirmasi, siswa beserta orang tua beroleh empat pilihan sekolah. Pilihan pertama, dan kedua, merupakan sekolah negeri di dalam maupun luar area zonasi dengan radius terdekat. Pilihan ketiga, dan keeempat merupakan sekolah swasta.

Baca Juga: Hampir 100 Toko Apple Segera Dibuka Kembali di Seluruh Dunia

Pada jalur perpindahan orang tua, siswa bekesempatan memilih dua sekolah. Pilihan pertama, dan kedua merupakan sekolah negeri yang berada di dalam wilayah zonasi sebagaimana alamat rumah siswa bersangkutan.

Pada jalur prestasi, siswa beserta orang tua boleh memilih dua SMP negeri di dalam, maupun luar wilayah zonasi. Seumpama yang mendaftar melalui jalur prestasi tak terterima dua SMP pilihannya, siswa bersangkutan dapat mendaftar lagi melalui jalur zonasi.

"Itu (jalur prestasi) merupakan bentuk dukungan kami kepada para siswa berprestasi dalam sistem PPDB 2020. Waktu pendaftaran jalur prestasi berbeda daripada (jalur) zonasi. Bagi yang tak terterima mendaftar melalui jalur prestasi, masih bisa ikut (jalur) zonasi," tutur Hikmat.

Bagi calon siswa SD, Hikmat menyampaikan, tersedia tiga jalur pendaftaran, yakni zonasi, afirmasi, dan perpindahan orang tua. Pada jalur zonasi dan afirmasi, siswa beserta orang tuanya beroleh dua pilihan sekolah. Orang tua dari calon siswa SD berhak memilih dua pilihan sekolah negeri di dalam area zona. Orang tua pun bisa memilih sekolah swasta di dalam, maupun luar zona.

Perihal zonasi, Hikmat memaparkan, Disdik Kota Bandung telah membagi menjadi 4 zona besar, yakni A (utara), B (timur), C (selatan), dan D (barat). Zona A terdiri atas delapan kecamatan, yakni Sukasari, Cidadap, Coblong, Cibeunying Kaler, bandung Wetan, Sumur Bandung, Cibeunying Kidul, dan Sukajadi. Zona B terdiri atas sepuluh kecamatan, yakni Mandalajati, Antapani, Arcamanik, Cinambo, Panyileukan, Cibiru, Gedebage, Rancasari, Ujungberung, dan Buah Batu. 

Zona C terdiri atas 5 kecamatan, yakni Kiaracondong, Batununggal, Lengkong, Regol, dan Bandung Kidul. Sementara itu, Zona D terdiri atas 7 kecamatan, yakni Cicendo, Andir, Bandung Kulon, Babakan Ciparay, Bojongloa Kaler, Bojongloa Kidul, dan Astanaanyar. "Kami mengatur agar jumlah siswa yang akan sekolah proporsional dengan ketersediaan kursi di tiap-tiap area," ucap Hikmat.***

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X