Untuk Menghilangkan Kejenuhan Para Mahasiswa, FST UIN SGD Gelar Pelatihan Motivasi

- 18 Mei 2020, 15:51 WIB
WAKIL Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi UIN SGD, Aep Saepulloh mengikuti pelatihan motivasi untuk mahasiswa sebagai upaya menghilangkan kejenuhan.* /Sarnapi/"PR"

PIKIRAN RAKYAT – Untuk mengusir rasa jenuh, karena selama pandemi Covid-19, para mahasiswa harus kuliah dari rumah, Fakultas Teknologi dan Sains (FST) UIN Sunan Gunung Djati mengadakan pelatihan motivasi dengan pemateri motivator Agung Fatwa.

Menurut Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama FST UIN SGD, Aep Saifullah, pelatihan motivasi ini dikarenakan pihak kampus melihat adanya kejenuhan yang melanda mahasiswa, ketika harus belajar dari rumah. "Apalagi mahasiswa juga mengeluhkan ketiadaan kuota telepon selular sehingga tak bisa mengikuti kuliah lewat teleconference seperti zoom atau Google meeting. Akhirnya kuliah terbatas sebatas pakai WhatsApp," ucapnya.

Baca Juga: Jarang Berkomunikasi, Perempuan Muda Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kamar Indekos

Dari sebanyak 2.800 orang mahasiswa yang kuliah di UIN SGD, sekitar 57 persennya terkendala kuliah jarak jauh. "Karena sebagian mahasiswa UIN SGD berasal dari daerah-daerah sehingga banyak mahasiswa yang tak bisa mengaktifkan telefon selulernya. Akhirnya ratusan mahasiswa memilih tetap berada di temat indekost agar bisa tetap kuliah jarak jauh," ujarnya.

Namun, bertahan di kost juga memiliki kekurangan, apalagi orangtuanya dirumahkan kena PHK. "Akhirnya ratusan mahasiswa kekurangan bekal selama di kost. Alhamdulillah para dosen turun tangan dengan memberikan bantuan paket sembako untuk 133 paket maupun pulsa," ujarnya.

Baca Juga: Bupati Mengajukan PSBB Majalengka Diperpanjang hingga 2 Juni 2020

Usaha lain sebagai memberikan motivasi dan penyehatan kepada mahasiswa, kata Aep, maka pihaknya mengadakan pelatihan motivasi dengan pemateri Agung Fatwa. "Pelatihan digelar dari Senin sampai Kamis 18-21 Mei 2020 untuk semua mahasiswa.

Namun bagi mahasiswa yang sudah pulang kampung dan susah sinyal telepon seluler, maka nanti bisa ikut melihat di YouTube saat pergi ke daerah yang ada jaringan telefonnya," katanya.

Sedangkan Agung Fatwa mengatakan, pandemi Covid-19 tak bisa kita cegah, namun hal yang membuat masalah adalah cara meresponnya. "Kalau kita bisa berpikir positif dan mengambil celah dari masalah akan bisa mendapatkan manfaatnya dari pandemi ini," katanya. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X