Sabtu, 30 Mei 2020

PPDB 2020, Siswa Miskin di Sekolah Swasta Jawa Barat Akan Dapat Bantuan

- 12 Mei 2020, 16:23 WIB
KETUA Panitia I Penerimaan Peserta Didik Baru 2020 Yessa Sarwedi (kedua kiri) memaparkan mengenai proses PPDB 2020, pada konferensi pers di Aula Dewi Sartika Disdik Jabar, Jalan Dr Rajiman, Kota Bandung, Selasa 12 Mei 2020. Pendaftaran PPDB 2020 dilakukan secara daring. * /ADE BAYU INDRA/PR

PIKIRAN RAKYAT – Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan menyediakan anggaran untuk membiayai sekolah calon siswa miskin, yang ditempatkan di sekolah swasta, karena tidak diterima di sekolah negeri.

Hal serupa juga telah dilakukan pada PPDB 2019.

Ketua Panitia PPDB Jawa Barat 2020 Yesa Sarwedi Hami Seno menuturkan, jumlah calon siswa miskin yang dibantu akan disesuaikan dengan jumlah calon siswa yang tidak diterima di sekolah negeri.

Baca Juga: Pelatih Persib Robert Alberts Ungkap Laga Paling Berkesan Musim 2019

"Kalau banyak calon siswa yang tidak masuk sekolah negeri dan beralih ke sekolah swasta nanti kami data dan kami usulkan (dibantu) dalam anggaran perubahan (APBD Perubahan. Mudah-mudahan kondisi APBD masih kuat ditengah pandemi Covid-19," ujar Yesa di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Selasa 12 Mei 2020.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat hanya membiayai biaya sekolah siswa miskin yang masuk sekolah swasta karena tidak diterima di sekolah negeri.

Sementara siswa miskin yang langsung masuk ke sekolah swasta, tanpa mengikuti proses PPDB, tidak mendapat bantuan biaya sekolah. 

Baca Juga: Satu Pedagang Pasar Bogor Positif Covid-19, Lantai Satu Ditutup Tiga Hari

Tahun lalu, Pemprov Jabar menyiapkan anggaran Rp 14 miliar untuk membiayai siswa miskin bersekolah di sekolah swasta karena tidak masuk sekolah negeri. Dari jumlah itu, nilai yang terserap Rp 7 miliar.

Yesa meminta sekolah swasta penerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membuka kuota bagi siswa miskin sebanyak 20 persen. Bagi sekolah swasta yang tidak menerima dana BOS, tidak diwajibkan membuka kuota untuk siswa miskin.

Ketua Forum Orangtua Siswa (Fortusis) Kota Bandung Dwi Subawanto mengatakan, siswa miskin harus otomatis diterima di SMA atau SMK negeri.

Baca Juga: Roy Kiyoshi Beri Pesan dari dalam Tahanan, Ucap Terima Kasih hingga Bersyukur

Mengingat, pada 2019, Pemerintah Provinsi Jawa Barat hanya dapat mengalokasikan bantuan biaya sekolah di sekolah swasta untuk sekitar 400 peserta didik.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X