Sabtu, 30 Mei 2020

Orangtua Calon Siswa: Informasi tentang PPDB Belum Jelas dan Lengkap

- 11 Mei 2020, 16:23 WIB
SEORANG warga melewati spanduk pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 salah satu SMK swasta, di Jalan Cisaranten Kulon, Kota Bandung, Senin (4/5/2020). Penilaian seleksi jalur prestasi PPDB Kota Bandung 2020 akan berpatokan pada nilai rapot. Nilai rapot yang dipakai yakni nilai rapot kelas 4, 5, 6 semester 1. /ADE BAYU INDRA/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - Sejumlah orangtua belum menerima informasi lengkap dan jelas tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 untuk jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kota Bandung.

Senin 11 Mei 2020 merupakan hari pertama dimulainya proses PPDB. Pada tahap pertama, orangtua diminta menyerahkan berkas persyaratan PPDB kepada sekolah asal secara online untuk diunggah di laman PPDB Kota Bandung.

Salah satu orangtua, Teddy Senjaya (40) hendak menyekolahkan anak kembarnya di SMP negeri lewat jalur prestasi.

Baca Juga: Demi Bisa Mudik dari Zona Merah ke Cianjur, Jasa Travel Bodong Laris

Namun, dia belum yakin tentang acuan penilaian yang dipakai untuk jalur prestasi. Dia mempertanyakan, apakah acuan penilaian hanya berdasarkan nilai rapot atau nilai rapot ditambah nilai rata-rata ujian nasional sekolah tiga tahun terakhir seperti penghitungan PPDB jenjang Sekolah Menengah Atas.

Upaya bertanya ke SD asal untuk mendapat informasi tidak berbuah hasil. Pihak SD asal yang merupakan sekolah swasta pun tidak mengetahui informasi lengkap tentang PPDB.

"Saya tanya ke guru sulit juga, tidak jelas. Katanya 'tunggu informasi', " kata Teddy kepada "PR", Senin 11 Mei 2020.

Baca Juga: Lakukan Revitalisasi, Himsataki Sasar Pasar Tenaga Kerja di Kawasan Eropa

Seharusnya, sekolah asal mempunyai informasi yang lengkap tentang PPDB agar orangtua bisa mengatur strategi untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah.

Ketidakjelasan informasi yang diterima membuat Teddy belum yakin menyerahkan data SMP yang dituju anaknya ke sekolah asal. Dia khawatir, tidak bisa mengubah data SMP yang dituju ketika sudah diserahkan ke sekolah asal.

Teddy baru sebatas menyerahkan berkas data diri dia dan anaknya seperti kartu keluarga, akta kelahiran, KTP orangtua ke sekolah asal secara daring. Dia tidak menemui kesulitan saat memberi data diri secara daring kepada sekolah asal.

Baca Juga: Buktikan Telah Bangun Masjid, Atta Halilintar: Banyak yang Memaki Lupa Koreksi Diri

Teddy pun ingin menunggu terbitnya Peraturan Wali Kota tentang PPDB Kota Bandung agar yakin saat mendaftarkan anaknya. Sambil menunggu, dia mulai menghitung nilai rata-rata rapot anaknya sebagai ancang-ancang mendaftar lewat jalur prestasi.

Jumlah rombel

Orangtua lain, Rinny (42) juga menunggu informasi yang lengkap tentang PPDB Kota Bandung.

Terutama terkait jumlah siswa yang diterima pada setiap jalur PPDB di masing-masing sekolah. Informasi itu belum tersedia di laman PPDB Kota Bandung. Rinny berencana memasukkan anaknya ke SMP negeri lewat jalur prestasi.

"Jalur prestasi 25 persen, dari presentase itu, berapa jumlah siswa yang diterima di sekolah? Itu belum ada di website PPDB. Harusnya Disdik lebih cepat update informasi di website PPDB supaya orangtua bisa berstrategi," kata Rinny.

Baca Juga: Mobil MINI Paling Buas Bertenaga 306 HP Bakal Meluncur di Indonesia

Sementara itu, informasi PPDB dari sekolah asal anaknya dinilai sudah jelas, misalnya terkait cara mendaftar dan kuota setiap jalur pendaftaran. Rinny yakin tak menemui kendala ketika nanti mendaftarkan anaknya secara daring karena sudah terbiasa menggunakan teknologi.

Satu hal lain yang dia harapkan yakni pengawasan yang ketat pada seleksi jalur prestasi. Hal itu karena seleksi jalur prestasi tahun ini mengacu pada nilai rapot yang dibuat oleh sekolah.***

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X