Sabtu, 30 Mei 2020

Pendidikan Vokasi Belum Mampu Jawab Kebutuhan Industri, Abdul Fikri : Perlu Dievaluasi

- 6 Mei 2020, 09:53 WIB
ILUSTRASI pendidikan vokasi.*/KEMENDIKBUD.GO.ID /null

PIKIRAN RAKYAT - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menilai perkembangan pendidikan vokasi di tanah air belum mampu menjawab tantangan yang ada saat ini.

Pendidikan vokasi seperti SMK belum mampu membuka lapangan kerja yang besar dalam memenuhi kebutuhan industri.   “Karena kebutuhan dunia usaha berapa, kualitas seperti apa, dan jenis-jenis lulusannya berapa, kita tidak tahu datanya,” kata Fikri dalam pernyataannya, Rabu 6 Mei 2020.

Dia menambahkan, untuk menjawab kebutuhan industri, diperlukan kesesuaian data antara jenis-jenis industri yang membutuhkan tenaga kerja dengan banyaknya lulusan vokasi, baik SMK maupun perguruan tinggi. 

Baca Juga: Satgas Citarum Harum Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

“Kalau tidak jelas datanya, maka terjadi ketimpangan seperti saat ini. Lulusan satu jenis vokasi melimpah, sementara lainnya bisa jadi kosong, akhirnya impor dari Tiongkok,” keluh Fikri.

Politisi PKS ini merujuk pada data Badan Pusat Statistik yang dirilis tahun lalu, dengan  lulusan SMK lebih banyak mengganggur daripada lulusan SMA.  Menurut data itu, dari  7 juta pengangguran di Indonesia, lulusan SMK mendominasi sebanyak 11,24%, sisanya lulusan SMA sebesar 7,95%.

Menurut Fikri, lulusan SMA memang wajar lebih rendah menganggur, karena hanya sebagian yang mampu meneruskan pendidikan ke jenjang lanjutan.

Baca Juga: UMKM Harus Mampu Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Tipsnya

Namun, aneh kalau lulusan SMK yang disiapkan agar siap kerja malah banyak menganggur.  “Artinya industri tidak menyerapnya, bisa karena jumlahnya berlebih, atau kualitasnya kurang. Kita perlu data yang spesifik soal kompetensi dan kebutuhan industrinya,” ujarnya.

Fikri juga menyinggung soal rendahnya kualitas lulusan SMK di lapangan, terutama soal etos kerja, tingkat kepatuhan kerja, dan kemandirian.  “Ini PR bagi pendidikan SMK, lebih khusus soal pendidikan karakter, memasuki dunia kerja kan harus dipersiapkan soal sikap professional,” kata Fikri. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X