Sabtu, 30 Mei 2020

PPDB Kota Bandung 2020, Jalur Perpindahan Orang Tua Bisa Dipakai Anak Guru

- 4 Mei 2020, 14:18 WIB
SEORANG warga melewati spanduk pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 salah satu SMK swasta, di Jalan Cisaranten Kulon, Kota Bandung, Senin (4/5/2020). Penilaian seleksi jalur prestasi PPDB Kota Bandung 2020 akan berpatokan pada nilai rapot. Nilai rapot yang dipakai yakni nilai rapot kelas 4, 5, 6 semester 1. /ADE BAYU INDRA/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - Kuota jalur perpindahan orang tua bisa digunakan untuk anak guru dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bandung 2020. Untuk mendapat kesempatan itu, orang tua perlu membuktikan dengan Surat Keterangan Belajar Mengajar.

Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Cucu Saputra mengatakan, kesempatan anak guru memanfaatkan jalur perpindahan orang tua diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB. Oleh karena itu, dalam draft Peraturan Wali Kota Bandung tentang PPDB, juga diatur hal serupa.

Jalur perpindahan orang tua mendapat bagian 5 persen dalam PPDB 2020. Orang tua siswa perlu memberikan bukti surat penugasan dari instansi yang mempekerjakan apabila ingin menggunakan jalur itu. Siswa yang memakai jalur perpindahan orang tua diberi pilihan dua sekolah negeri di dalam wilayah zonasi.

Baca Juga: Auto2000 Berikan Progam Kredit Ringan Mobil Toyota Bagi Paramedis, Bunga 0%

Untuk siswa yang mendaftar melalui jalur afirmasi bisa memilih dua sekolah negeri di dalam atau luar wilayah zona dan dua sekolah swasta. Bukti yang harus disiapkan siswa yang mendaftar lewat jalur afirmasi yaitu bukti keikutsertaan salah satu program penanganan kekuarga tidak mampu.

Program tersebut yakni Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Program Keluarga Harapan, Penerima Bantuan Pangan Nontunai dan terdaftar Data Terpadu Kerawanan Sosial.

Adapun, bagi siswa yang masuk dari jalur zonasi, syarat yang harus diserahkan yakni kartu keluarga yang terbit paling singkat satu tahun sejak pendaftaran PPDB atau sebelum 15 Juni 2019.

Baca Juga: 7 Makanan dan Minuman Terburuk bagi Kesehatan Otak yang Harus Dibatasi Asupannya

Siswa jalur zonasi bisa memilih dua sekolah negeri di dalam wilayah zonasi untuk tingkat Sekolah Dasar. Sementara untuk yang akan masuk Sekolah Menengah Pertama, bisa memilih dua sekolah negeri di dalam zonasi dan satu sekolah swasta.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Bandung Irianto menilai, penerapan PPDB secara daring sudah tepat pada saat pandemi virus corona (Covid-19). Dia berharap, keakuratan data siswa yang disampaikan sekolah asal untuk PPDB bisa dipertanggungjawabkan. Mengingat, data tidak langsung diserahkan oleh orangtua siswa kepada sekolah tujuan.

Kepala sekolah sekolah bertanggung jawab mutlak terhadap data-data siswa yang disampaikan.

Baca Juga: Studi: Bukan Saat Sakit, Risiko Penularan Corona Justru Tinggi Ketika Belum Ada Gejala

"Jangan ada pemalsuan, misalnya data rapot," ujar Irianto kepada "PR", Senin 4 Mei 2020.

Dia pun berharap, tidak ada intervensi berupa siswa titipan dari pihak luar kepada sekolah dalam PPDB 2020. Dengan demikian, sekolah bisa melaksanakan PPDB dengan baik.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X