Jumat, 5 Juni 2020

Jaringan Internet, Jadi Kendala Pengerjaan Skripsi Jarak Jauh

- 6 April 2020, 17:50 WIB
Akses internet akan diprioritaskan untuk layanan tertentu.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Jaringan internet yang kurang kuat menjadi kendala mahasiswa saat mengerjakan skripsi jarak jauh, saat pandemi virus corona. Beruntung, kampus mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mempermudah mahasiswa menyelesaikan skripsi.

Kendala tersebut dialami Asy-syifaa Halimatusa'diah, mahasiswa Biologi Institut Teknologi Bandung. Mahasiswa angkatan 2016 itu terhambat akses internet yang kurang mendukung di rumahnya selama mengerjakan skripsi

Syifaa memilih pulang kampung ke rumahnya di Cililin, Kabupaten Bandung Barat selama masa belajar daring yang diterapkan ITB. Menurut dia, jaringan internet di daerah itu tidak sekuat di Kota Bandung. 

Baca Juga: Keluh Kesah Mahasiswa dalam Mengerjakan Skirpsi di Tengah Pandemi Virus Corona

Syifaa pun harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli kuota internet. "Kalau di kosan (di Bandung) kan kuota internet ditanggung bareng-bareng sama temen kosan, kalau sekarang ditanggung sendiri. Kalau di kosan juga internetnya unlimited (tidak terbatas)," kata dia kepada Pikiran-Rakyat.com, Senin, 6 April 2020. 

Syifaa tidak termasuk mahasiswa ITB yang mendapat bantuan kuota internet dari pihak kampus. Di sisi lain, dia pun menilai, komunikasi secara tidak langsung dengan dosen pembimbing membuat komunikasi tidak intensif.

"Pernah tidak direspon sama sekali via email dan whatsApp, terus saya bingung," ujar Syifaa.

Baca Juga: Diundur akibat Virus Corona, Jadwal Baru UTBK dan SBMPTN 2020 Akhirnya Terbit

Meski demikian, lanjut dia, ITB memberikan sejumlah kemudahan bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Kemudahan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 244/IT.B04.2/PP/2020 tentang Tugas Akhir/Tesis/Disertasi, Kriteria Kelulusan, Batas Waktu Studi dan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan.

Bagi mahasiswa yang mengalami hambatan dalam mengerjakan dan menyelesaikan tugas akhir/tesis/disertasi sebagai akibat dari antisipasi wabah COVID-19, maka mahasiswa tersebut dapat memperpanjang masa studi selama tiga hingga enam bulan.

Mahasiswa yang memperpanjang masa studi tersebut memperoleh pembebasan biaya penyelenggaraan pendidikan selama satu semester. Dengan syarat, mahasiswa tidak mengambil SKS lagi dan hanya mengerjakan tugas akhir/tesis/disertasi.

Baca Juga: Ridwan Kamil Tagih 42.000 Laporan Hasil Rapid Test COVID-19 dari Daerah di Jawa Barat

Dosen pembimbing pun dapat memberikan alternatif pengerjaan dan penyelesaian tugas akhir agar mahasiswa tidak dirugikan. Namun, tetap harus menjaga pemenuhan capaian pembelajaran mata kuliah yang ditetapkan untuk tugas akhir.

Alternatif penyelesaian tugas akhir tersebut bisa dengan mengubah lingkup kegiatan di laboratorium/studio/lapangan/industri menjadi kegiatan studi literatur. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X