Rabu, 3 Juni 2020

Masa Belajar Jarak Jauh bagi SMA, SMK dan SLB di Jabar Diperpanjang hingga 13 April 2020

- 28 Maret 2020, 16:41 WIB
KEGIATAN belajar di salah satu sekolah di Cimahi dialihkan ke rumah karena corona.* /RIRIN NUR FEBRIANI/PR

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperpanjang masa belajar jarak jauh bagi sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat hingga 13 April 2020.

Dinas Pendidikan Jawa Barat mengimbau agar selama belajar jarak jauh, guru memberikan pendidikan yang kreatif, menyenangkan, melatih kemandirian dan tidak menimbulkan kecemasan baik siswa dan orangtua

Dalam surat edaran yang diterima "PR", Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dewi Sartika mengatakan, dengan mempertimbangkan berbagai surat edaran yang dikeluarkan pemerintah pusat dan Gubernur Jawa Barat, maka diputuskan masa belajar jarak jauh di perpanjang.

Baca Juga: Telkom Serahkan Bantuan Ratusan APD dan Hand Sanitizer, Bantu Cegah Virus Corona di Jawa Barat

Selama belajar jarak jauh, guru diimbau memberikan pendidikan yang kreatif, menyenangkan, melatih kemandirian dan tidak menimbulkan kecemasan baik siswa dan orang tua. Contohnya, pendidikan kecakapan hidup, salah satunya tentang pandemi virus corona.

"Sekolah jarak jauh semestinya tidak memberatkan peserta didik maupun orang tua," kata Dewi dalam rilis yang diterima "PR", Sabtu 28 Maret 2020. 

Belajar jarak jauh semestinya ditekankan pada pemberian pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

Baca Juga: Termasuk Jawa Barat, 19 Provinsi di Indonesia Waspada Cuaca Ekstrem

Pemberian tugas saat belajar jarak jauh pun perlu menyesuaikan sesuai minat dan kondisi masing-masing siswa, termasuk mempertimbangkan kesenjangan fasilitas belajar di rumah. Penugasan jangan terfokus pada aspek kuantitas sesuai jumlah jam pembelajaran saat di sekolah. Namun, cukup merepresentasi mata pelajaran.

Adapun, tugas kelompok agar dilaksanakan secara daring dari masing-masing rumah peserta didik. Bukti atau produk aktivitas belajar di direspon secara kualitatif oleh guru. Tanpa diharuskan memberi nilai kuantitatif.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X