Minggu, 29 Maret 2020

Kemendikbud Gandeng Operator Telekomunikasi Sukseskan Pembelajaran di Rumah

- 27 Maret 2020, 10:04 WIB
ILUSTRASI belajar jarak jauh.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggalang dukungan mitra swasta guna menyukseskan pembelajaran jarak jauh, dengan memanfaatkan platform teknologi selama masa darurat Coronavirus Disease (Covid-19) yang saat ini tengah terjadi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi kinerja yang telah dilaksanakan Kemendikbud dan juga dukungan sektor swasta dalam merespon arahan Presiden untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah.

"Saya sangat menghargai kerja keras teman-teman Kemendikbud dan juga dukungan para operator telekomunikasi yang telah memfasilitasi kegiatan belajar-mengajar jarak jauh secara daring (dalam jaringan) dengan memberikan akses internet gratis kepada pelajar, guru, dan dosen. Subsidi data yang diberikan operator telekomunikasi sangat membantu pelajar maupun pendidik untuk belajar, sehingga tetap produktif di rumah," ujar Nadiem dalam siaran persnya, Kamis, 26 Maret 2020.

Baca Juga: Produksi APD Sendiri, Anne Avantie Rela Hentikan Aktivitas Perusahaan demi Mengabdi pada Negara

Nadiem mengakui, besarnya tantangan pembelajaran daring dalam darurat Covid-19. Dalam situasi yang tidak mudah ini, tidak semua pembelajaran daring yang dilakukan sekolah akan optimal.

"Memang tidak semua daerah punya akses smartphone ataupun koneksi internet yang baik. Jadi ini merupakan suatu hal yang menantang. Tetapi kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama ke depan memastikan sekolah bisa menyelenggarakan pembelajaran daring," ungkap Nadiem.

"Saya yakin dengan gotong-royong antara semua pihak, kita dapat melalui masa sulit ini bersama-sama," ujarnya.

Baca Juga: Perangi Corona, Secarik 'Surat Cinta' Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Ini Bikin Haru

Lebih lanjut Nadiem menjelaskan, masyarakat dapat mengakses laman khusus terkait dengan penanganan Covid-19 di sektor pendidikan dan kebudayaan melalui laman https://bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id/.

"Masyarakat dapat menemukan berbagai aplikasi pembelajaran daring yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran di rumah. Kemudian ada surat edaran, panduan, serta kumpulan informasi, video, dan infografik yang dapat membantu edukasi pencegahan penularan Covid-19," kata Nadiem.

Ahmad Al-Neama, Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo mengatakan, pihaknya sangat memahami meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk berinteraksi secara daring atau digital sebagai dampak penerapan pembatasan sosial (social distancing) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Curahan Hati Istri Almarhum Bani Seventeen, Tinggalkan Anak demi Tangani Pasien Virus Corona

"Kami memberikan kuota gratis 30GB yang dapat digunakan untuk mengakses platform belajar online, sehingga mereka tetap semangat belajar meskipun dari rumah. Ini saatnya bagi semua pihak untuk bergotong royong dan bekerja bersama untuk mematuhi kebijakan pemerintah guna memperlambat penyebaran Covid-19 di Indonesia," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ahmed menjelaskan, kuota internet gratis ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengakses ke lebih dari 60 platform e-learning dan situs-situs resmi dari Universitas-universitas di Indonesia agar mahasiswa dan dosen tetap dapat melanjutkan proses perkuliahan selama masa tanggap darurat Covid-19 berlangsung, tanpa menghabiskan kuota internet mereka.

Indosat Ooredoo juga bekerjasama dengan lembaga pendidikan yang menggunakan solusi Indosat Ooredoo Business dengan menyediakan tambahan kapasitas bandwidth secara gratis, untuk layanan internet dedicated yang ada saat ini untuk mendukung kelancaran perkuliahan daring.

Baca Juga: Nyatakan Local Lockdown, Wali Kota Tegal: Lebih Baik Saya Dibenci daripada Maut Menjemput Mereka

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, Telkomsel juga mengambil peran sebagai connectivity enabler dengan mengoptimalkan aset-asetnya untuk menjaga semua elemen masyarakat dapat tetap terhubung dan menjaga produktivitasnya di segala sektor kehidupan.

Pada sektor pendidikan, menyusul imbauan Presiden Joko Widodo untuk mendorong proses belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa, Telkomsel menggandeng beberapa aplikasi e-learning untuk menghadirkan Paket Bebas Akses Ilmupedia hingga 30GB, tanpa biaya bagi pelanggan prabayar maupun pascabayar Telkomsel untuk mengakses platform belajar daring.

Saat ini sebanyak 39 learning management system (LMS) perguruan tinggi telah terkoneksi dengan Ilmupedia dan menyusul LMS dari 92 perguruan tinggi lain dalam waktu dekat.

Baca Juga: Umumkan Satu Kasus Positif COVID-19, Wali Kota Tegal Putuskan Lokal Lockdown hingga 30 Juli 2020

"Upaya ini merupakan bentuk gotong royong kami untuk memudahkan akses pembelajaran bagi pelajar, guru, dosen dan orang tua. Karena kami memahami proses belajar harus tetap terjaga di masa sulit seperti ini sekalipun," tutur Setyanto sembari menjelaskan, bahwa pihaknya juga telah menyiagakan tambahan kapasitas jaringan di sejumlah wilayah yang memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh.

Sementara itu, Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, mengatakan, para pelanggan XL Axiata yang merupakan mahasiswa, pelajar, ataupun dosen dan guru juga bisa memanfaatkan kuota gratis 2GB/hari untuk mengakses sejumlah aplikasi atau layanan data yang bisa membantu belajar atau bekerja dari rumah.

Program ini dilaksanakan mulai tanggal 18 s/d 31 Maret 2020. Pelanggan dapat mengakses materi kuliah daring yang disediakan kampus atau sejumlah aplikasi edutech yang telah berkolaborasi. Sebanyak 14 perguruan tinggi telah terlibat dan menyusul segera untuk aplikasi learning management system (LMS) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang menaungi e-learning dari 242 Perguruan Tinggi.

Baca Juga: Pemerintah Pasang Aplikasi TraceTogether untuk Lacak Pergerakan Pasien Positif COVID-19 di Indonesia

"Sesuai dengan bidang kompetensi kami. Kami memahami masyarakat membutuhkan akses data dan internet untuk tetap bisa beraktivitas belajar dan bekerja secara produktif dari rumah. Program ini kami buat secepatnya dan mencakup apa saja yang paling dibutuhkan masyarakat. Kami juga akan terus memantau perkembangan yang ada untuk bisa mengetahui apa lagi yang kira-kira bisa kami support selanjutnya,” ujar Dian.

Selain Indosat, Telkomsel, dan XL Axiata, Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbud juga mencatat dukungan operator Tri Indonesia dan Telkom dalam penyediaan subsidi data untuk mengakses berbagai aplikasi maupun situs pembelajaran. Subsidi ini dimaksudkan agar para pelajar dan pendidik dapat terus produktif di masa darurat Covid-19.

Kreativitas Jadi Kunci

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen) Harris Iskandar mengimbau, para Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) membuat aturan lebih detail tentang metode pembelajaran di rumah selama masa pandemik Covid-19.

Baca Juga: Tabung Gas Elpiji Pun Disemprot Disinfektan Khusus, Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

loading...

Perlu ada penekanan kembali dari Kadisdik agar metode belajar di rumah tidak hanya terpaku pada capaian akademik ataupun fokus pada kemampuan kognitif saja. Guru dan orang tua juga harus memberikan pendidikan yang bermakna, termasuk memahami pandemik Covid-19. "Harus disampaikan ke anak sehingga dia paham. Berikan pendidikan yang bermakna," ujarnya.

Menurut Harris, perlu kreativitas guru dan orangtua dalam mengekplorasi cara belajar anak. Terlebih, karena banyak kendala fasilitas teknologi dan koneksi internet. "Kami sarankan pendidikan kecakapan hidup untuk dieksplorasi, sehingga tidak harus belajar secara daring," ujar Harris.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt. Dirjen Dikti), Nizam menjelaskan, dengan menggunakan metode pembelajaran daring, dosen dan mahasiswa dapat tetap menjalankan proses perkuliahan tanpa harus bertatap muka secara langsung di kelas. Ini juga merupakan tindak lanjut arahan presiden dalam pencegahan penyebarluasan Covid-19 dengan melakukan social distancing, salah satunya melalui belajar dari rumah.

Baca Juga: AS Dakwa Presiden Venezuela Atas Terorisme Narkoba, Imbalan Rp239 Miliar untuk Informasi Penangkapan

"Pembelajaran dari rumah dapat dilakukan secara sinkronis melalui penggunaan video conference maupun asinkronis dengan email atau berbagai macam aplikasi chat atau pesan. Materi pembelajaran dapat memanfaatkan berbagai sumber daring yang sudah tersedia," kata Nizam.

Beberapa hal penting yang harus disiapkan oleh perguruan tinggi di antaranya, pertama, kampus harus berbenah dengan mulai meningkatkan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran daring seperti infrastruktur, LMS, dan repositori yang memadai. Kedua, kampus harus mampu mengubah budaya dosen dan mahasiswa. "Misalnya, dosen harus mampu menyiapkan media dan konektivitas yang mendukung pembelajaran daring," ujar Nizam.

Baca Juga: Digandeng Disney, Meghan Markle Mulai Debut sebagai Narator Film setelah Hengkang dari Kerajaan

Nizam mengapresiasi adanya peningkatan kampus yang menggunakan metode pembelajaran daring. Menurutnya, Ditjen Pendidikan Tinggi akan mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan pembelajaran daring lebih luas melalui sinergi dengan Kominfo dan provider layanan telekomunikasi.

Masyarakat bisa mengakses beragam konten dan mata kuliah jarak jauh melalui platform Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (SPADA) yang disiapkan bersama Ditjen Pendidikan Tinggi dengan berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. SPADA dapat diakses melalui https://spada.kemdikbud.go.id/. Platform ini juga telah dicatat sebagai platform pembelajaran jarak jauh nasional di Indonesia oleh UNESCO. ***


Editor: Syamsul Bachri

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X