Wabah Covid-19 Belum Reda, Unpad Perpanjang Kuliah Online Hingga 19 Juni 2020

- 25 Maret 2020, 12:45 WIB
ILUSTRASI. Ruang kuliah mahasiswa.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT – Universitas Padjadjaran (Unpad) memperpanjang proses perkuliahan daring sampai berakhirnya masa Ujian Akhir Semester Genap tahun akademik 2019/2020 atau sampai dengan 19 Juni 2020.

Keputusan kuliah online diperpanjang di tengah wabah Covid-19 itu tertuang dalam surat edaran nomor 751/UN6.WR/TU/2020.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menuturkan, kebijakan tersebut mempertimbangkan Surat Keputusan Kepala BNPB Nomor 13.A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.

Baca Juga: Virus Corona Bikin Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Kompak

Arief mendorong fakultas dan program studi mendesain berbagai metode penilaian yang sesuai dengan capaian pembelajaran, terutama untuk menghadapi masa Ujian Tengah Semester pada 6 hingga 10 April 2020.

“Metode asesmen didesain dengan tetap memperhatikan kewajaran beban dan kemudahan akses mahasiswa,” ujar Arief sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima "PR", Rabu 25 Maret 2020.

Untuk proses praktikum klinik bagi mahasiswa profesi kesehatan dan pendidikan spesialis di rumah sakit atau tempat praktik lainnya, Arief mengimbau agar dibatasi.

Baca Juga: Menurut Penelitian, Orang dengan Golongan Darah Tipe A Lebih Rentan Terhadap Penyakit

Kegiatan tersebut diganti dengan model daring atau ditunda hingga keadaan membaik.

Unpad pun sudah menyediakan beragam aplikasi alternatif untuk pembelajaran daring serta penyelenggaraan praktik pada laman live.unpad.ac.id.

Fakultas diminta menyiapkan layanan bantuan pembelajaran daring untuk membantu para dosen dalam memberikan pembelajaran daring.

Baca Juga: Olimpiade Tokyo 2020 Resmi Ditunda Imbas Corona, IOC Justru ‘Disemprot’ Banyak Pihak

Selain itu, fakultas dan prodi diharapkan mendorong penyelesaian tugas akhir dengan mengutamakan metode yang menggunakan data sekunder atau studi literatur.

Aktivitas riset yang menggunakan data primer yang sulit diperoleh pada situasi saat ini perlu dihindari.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X