Sabtu, 28 Maret 2020

UN 2020 Dihapus, Ujian Sekolah Tetap Dilaksanakan, Tidak Hanya Berbasis Daring

- 25 Maret 2020, 11:36 WIB
UJIAN Nasional atau UN 2020 dihapus, ujian sekolah didorong secara online.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT – Ujian Sekolah tetap dilaksanakan meskipun Ujian Nasional dibatalkan oleh pemerintah karena adanya wabah virus corona.

Pelaksanaan Ujian Sekolah tersebut tidak harus berbasis daring saja.

Dan di tengah mewabahnya virus corona, aturan menghindari tatap muka tetap diberlakukan dalam Ujian Sekolah.

Baca Juga: Rindu Teman-teman selama Masa Karantina, Simak Cara untuk Mengatasinya

Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Totok Suprayitno mengatakan, Ujian Sekolah menjadi kewenangan sekolah sepenuhnya. Berdasarkan Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019, katanya, makna Ujian Sekolah itu luas, tidak sekadar ujian berbasis daring saja.

"Bisa tertulis, portofolio, nilai-nilai rapor akademik, nonakademik, serta portofolio prestasi penghargaan siswa dan lainnya," kata dia dalam video conference, Selasa 24 Maret 2020.

Ujian Sekolah berbasis daring dikatakannya hanya bisa dilakukan oleh sekolah yang benar-benar siap secara infrastruktur dan SDM.

Baca Juga: Rusia Alami Gempa Bumi 7,5 SR, Hawaii Sempat Umumkan Siaga Tsunami

Adapun sekolah yang belum siap tidak diwajibkan untuk melakukannya.

Kemendikbud telah mengeluarkan surat edaran mengenai pembatalan UN. Surat edaran itu bernomor  4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).

loading...

Di dalam surat edaran tersebut dibahas juga mengenai ketentuan Ujian Sekolah selama masa darurat Covid-19.

Baca Juga: Antisipasi Covid-19, Relawan Baguna  di Pangandaran Pasang Tempat Cuci Tangan dan Sebarkan Masker

Wasekjen Federasi Serikat Guru Indonesia Satriwan Salim mengatakan, jangan sampai UN 2020 ditiadakan, tetapi pemerintah tetap membuat penilaian Ujian Sekolah secara daring.

Hal itu dinilainya sama saja akan mempersulit siswa, guru, dan orang tua. Dari aspek persiapan teknis dan kesiapan SDM Guru  dinilainya belum siap untuk hal tersebut.

"Semoga ini tidak terjadi. Sama saja akan mempersulit siswa, guru, dan orang tua dari aspek persiapan teknis, kesiapan SDM Guru dan tenaga teknis lain, seperti kesiapan infrastruktur, mengingat Indonesia sangat luas dengan geografis yang unik. Apalagi di tengah kondisi bencana nasional seperti sekarang," katanya.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X