Senin, 6 April 2020

Sekolah di DKI Jakarta Libur Dua Pekan sejak 16 Maret 2020

- 14 Maret 2020, 14:10 WIB
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT – Menyusul kian parahnya penyebaran virus corona, sekolah di seluruh DKI Jakarta libur selama dua pekan.

Sekolah di Jakarta diliburkan sejak Senin, 16 Maret 2020.

Kebijakan itu diumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, seperti dilansir Antara, Sabtu, 14 Maret 2020 siang WIB.

Baca Juga: Gelar Wali Kota Cup Bertepatan dengan Ulang Tahun Persib, Oded: Kita Cari Bibit Pemain untuk Masa Depan Maung Bandung

Di tempat terpisah, Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan langkah isolasi atau lockdown.

"Saya mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk segera melakukan lockdown atau isolasi satu Jakarta. Dengan penyebaran yang sudah sampai di seluruh wilayah Jakarta ini,  lockdown menjadi satu-satunya jalan bagi kita untuk memperlambat laju penularan," kata Sahroni, masih dikutip dari Antara.

Sahroni mengatakan langkah lockdown itu perlu dilakukan secepat mungkin untuk menghindari makin banyaknya pasien yang positif COVID-19.

Baca Juga: Kiper Persib Bandung Teja Paku Alam Merasa Spesial Ulang Tahun Bersamaan dengan Ultah Pangeran Biru

Hal itu menurut dia juga berdasarkan dari pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut bahwa sebagian besar pasien positif COVID-19 berada di Jakarta.

"Pak Anies sendiri juga menyebut bahwa terbanyak kasus Corona ada di Jakarta. Jadi tunggu apa lagi? Penyebaran virus ini tidak boleh dianggap remeh, harus segera dilakukan lockdown," ujarnya.

Dia mencontohkan beberapa negara yang mengambil kebijakan untuk lockdown beberapa daerahnya untuk memperlambat laju penyebaran Corona.

Baca Juga: Viral Video Muazin Menahan Tangis Saat Ajak Orang Salat di Rumah, Menteri Kuwait: Pintu Masjid Akan Tetap Tertutup

Menurut anggota DPR asal Tanjung Priok Jakarta Utara itu, China langsung lockdown Wuhan ketika angka positifnya masih di angka 400 orang, kini angka penyebaran Corona di China sudah menurun sampai satu persen.

"Di sisi lain ada juga Italia yang baru lockdown setelah angka positif COVID-19 sudah mencapai ribuan dan penyebaran virus makin susah dikendalikan. Mumpung angka kasus positif kita masih puluhan, lockdown harus segera dilakukan," katanya.

Sahroni mengingatkan bahwa menunda lockdown berarti membiarkan penyebaran virus berjalan makin tidak terkendali dan itu tentunya akan semakin menyulitkan pemerintah dalam upaya penanggulangannya.

Baca Juga: Ancaman Pelulukan dari Sesar Lembang

"Rumah sakit akan overcapacity, tenaga kesehatan kita akan kerja 24 jam, angka pasien yang bisa diselamatkan juga makin rendah, cost-nya makin tinggi, jadi kalau kata saya; better safe than sorry," ujarnya.***


Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X