Jumat, 10 April 2020

Bahasa Sunda Hadapi Tantangan Besar, Pemerintah Lakukan Beragam Upaya

- 22 Februari 2020, 14:03 WIB
PEJALAN kaki melintasi keramik yang ditulisi salah satu peribahasa dalam Bahasa Sunda, di Jalan Djuanda, Kota Bandung, Rabu 25 Januari 2017. Tulisan yang bisa dibaca oleh pejalan kaki itu, diharapkan mampu mengenalkan bahasa Sunda sebagai bahasa daerah khususnya kepada pendatang.* /

PIKIRAN RAKYAT - Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Teddi Muhtadin mengatakan, sebenarnya sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah maupun lembaga masyarakat untuk melestarikan bahasa Sunda.

Namun, upaya itu tidak sebanding dengan perkembangan bahasa Indonesia yang semakin menguat sebagai bahasa nasional, begitu pula dengan bahasa asing. Kondisi itu yang mengikis jumlah penutur bahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari.

Pemerintah, ucap Teddi, sudah mencoba melestarikan bahasa Sunda dengan memasukkannya dalam kurikukun sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar. Dana-dana penelitian tentang bahasa Sunda juga sudah digelontorkan. Pemerintah Kabupaten Subang bahkan memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional dalam lima tahun terakhir.

Baca Juga: 4 Manfaat Konsumsi Susu Kayu Manis, Mulai dari Meningkatkan Kesehatan Mulut Hingga Mengatasi Infeksi

Lembaga masyarakat juga ikut berupaya untuk melestarikan bahasa Sunda, salah satunya Yayasan Lembaga Rancage. Setiap tahun, yayasan tersebut memberikan anugerah sastra rancage yang merupakan upaya melestarikan bahasa daerah. Tetapi tetap saja upaya yang dilakukan pemerintah maupun lembaga masyarakat itu tidak berdampak signifikan terhadap perkembangan bahasa Sunda.

"Karena pengaruh bahasa asing lebih kuat terhadap masyarakat Indonesia. Di sisi lain, bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi pun juga menguat," kata Teddi kepada "PR", Jumat 21 Februari 2020.

Melihat situasi itu, Unpad saat ini melakukan upaya mendokumentasikan karya-karya berbahasa sunda dalam bentuk digital. Dengan demikian, apabila bahasa Sunda punah, jejaknya telah terdokumentasikan dengan baik sehingga generasi selanjutnya masih bisa mengambil ilmu pengetahuan yang tertulis dalam bahasa Sunda.

Baca Juga: Kunyah Makanan Lebih Lama, Salah Satu Cara Diet Sederhana untuk Para Wanita

Pendokumentasian dianggap penting karena dalam bahasa Sunda terekam berbagai ilmu pengetahuan, kebijaksanaan hidup yang berguna bagi generasi masa depan.

Kedepan, masih ada upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mempertahankan eksistensi bahasa Sunda di kalangan generasi muda. Bahasa Sunda perlu didekatkan dengan mengikuti gaya hidup generasi muda. Contohnya, mengajarkan bahasa Sunda kepada anak muda dengan menggunakan gawai.

"Bahasa Sunda harus masuk menggunakan apa yang mudah diterima bagi mereka (anak muda)," ujar Teddi.

Baca Juga: Versace Tampilkan Kesetaraan Gender di Pekan Mode Milan, Donatella: Seksualitas selalu Berasal dari Pola Pikir

Teddi pun mendorong Pemerintah Jawa Barat untuk mengimplementasikan rencana-rencana yang sudah tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra dan Aksara Daerah. Salah satunya dengan melaksanakan kembali pemberian hadiah kepada sastrawan dengan karya terbaik berbahasa Sunda.

Kegiatan penganugerahan seperti itu sempat terlaksana, namun vakum beberapa tahun terakhir. Pemberian hadiah seperti itu, menurut Teddi, bisa mendorong sastrawan untuk lebih banyak berkarya berbahasa Sunda.***


Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X