Jumat, 10 April 2020

Penerapan AI dalam Bisnis Bukan Sekadar Pilihan tapi Keharusan, Arry : Tak Akan Bertahan Tanpa Mengadopsi Teknologi

- 20 Februari 2020, 18:12 WIB
The 1st Dinasti International Conference On Digital Business and Management 2020 .* /Yulistyne Kasumaningrum/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - Penggunaan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (artificial intelligence) bagi dunia usaha, pemerintah, dan lembaga pada saat sekarang bukan lagi sekedar pilihan. Melainkan suatu keniscayaan untuk dapat bertahan.

Namun, juga harus dipahami, meski dengan teknologi digital yang terus berkembang dengan pesat, tetap yang terpenting adalah aspek sumber daya manusia. Manusia yang mengintegrasikan antara modal intelektualitas dengan lingkungan.

Demikian benang merah pada kegiatan The 1st Dinasti International Conference On Digital Business and Management 2020 yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Winaya Mukti yang bekerjasama dengan Dinasty Publisher, di Bandung, Kamis, 20/2/2020.

Baca Juga: Lionel Messi Puji Cristiano Ronaldo atas Pencapaiannya di Serie A Italia

Kegiatan ini diantaranya menghadirkan Direktur Sistem Teknologi Informasi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr. Ir. Arry Akhmad Arman, MT dan Associate Professor Dr. Yusliza Mohd-Yusoff dari Departemen of Marketing, Faculty of Business, Economics, and Social Development Universiti Malaysia Terengganu.

Arry dalam paparannya mengatakan, saat ini teknologi kecerdasan buatan berkembang dengan sangat pesat, bahkan akan semakin pesat lagi pada masa yang akan datang.

Saat ini teknologi tersebut pun sudah mulai diterapkan, seperti di dunia usaha dan pemerintahan. Selain itu juga sudah mulai mengambil bagian dalam keseharian manusia.

Baca Juga: Digugat Rp 9,5 Miliar oleh Nagaswara, Gen Halilintar Berharap Diselesaikan Secara Kekeluargaan

AI merupakan faktor yang paling memengaruhi dalam kompetisi bisnis saat ini dan masa depan. Sehingga, teknologi ini bukan lagi sekedar pilihan tapi keharusan. Bisnis tidak akan bertahan tanpa mengadopsi teknologi karena yang lain melakukannya,” kata Arry.

loading...

Dia menambahkan, kecerdasan buatan juga akan memiliki pengaruh yang luar biasa dalam banyak aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu, pemerintah harus memulai untuk menyusun regulasi terkait teknologi tersebut.

Yusliza memaparkan, setelah era revolusi 4.0, beberapa waktu terakhir dunia mulai mengenal dengan era 5.0 yang  telah dilakukan di Jepang.

Baca Juga: Dokter di Tiongkok Sebut Masker Lewat dari Tanggal Kadaluarsa Masih Dapat Digunakan

Pada era 5.0 yang menjadi perhatian utama adalah manusia atau masyarakat. Manusia sebagai asset yang mengintegrasikan antara modal intelektualitas dengan lingkungan.

“Masyarakat yang menyeimbangkan antara kemajuan ekonomi dengan solusi bagi permasalahan social, dengan memanfaatkan system yang mengintegrasikan antara cyberspace dan physical space,” katanya.

Baca Juga: Bertentangan dengan Aturan, Pilkades Serentak 2020 di Purwakarta Terancam Batal

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X