Jumat, 10 April 2020

Pemerintah Targetkan 818.000 Mahasiswa Penerima KIP Kuliah, Program Bidikmisi dan Afirmasi Tetap Berjalan

- 19 Februari 2020, 14:18 WIB
ILUSTRASI mahasiswa, ruang perkuliahan.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) akan beriringan dengan program bantuan pendidikan tinggi, yang saat ini tengah berlangsung.

Program-program seperti Bidikmisi dan Afirmasi akan tetap berjalan, meski pemerintah pada awal Maret ini akan mulai membuka pendaftaran KIP Kuliah.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ainun Na’im mengatakan, Kemendikbud menjamin keberlangsungan studi mahasiswa penerima Bidikmisi dan Afirmasi, untuk terus mendapatkan bantuan pendidikan sampai dengan masa studi selesai.

Baca Juga: BCL Batal Tampil di Love Fest 2020 Jakarta, Penyelenggara Siapkan Kejutan Band Populer

Tidak ada perubahan apapun terhadap program bantuan pendidikan yang sedang diterima, terkait dengan kebijakan KIP Kuliah.

“Sesuai rencana, dana Bidikmisi semester genap akan dicairkan pada awal Maret 2020,” kata Ainun dalam siaran pers yang diterima Pikiran Rakyat.com”, Rabu, 19 Februari 2020.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan 818.000 mahasiswa untuk menerima KIP Kuliah pada tahun 2020.

KIP Kuliah dikelompokkan menjadi KIP Kuliah dan KIP Kuliah Afirmasi yang mencakup dukungan bagi penyandang disabilitas, peserta program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) untuk orang asli Papua di wilayah Papua dan Papua Barat, wilayah 3T (terdepan, terluar, atau tertinggal), serta wilayah yang terkena dampak bencana alam atau konflik sosial.

Baca Juga: Faskes Mitra BPJS Kesehatan yang Melayani Cuci Darah sudah 100% Terapkan Sistem Fingerprint

“Jumlah tersebut terdiri dari mahasiswa Bidikmisi on-going tahun 2016-2019 sebanyak 418.000 mahasiswa dan KIP Kuliah untuk calon mahasiswa baru sebanyak 400.000 mahasiswa," ujarnya.

Bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan lulus SMA, SMK, MA/sederajat pada tahun 2018-2020, katanya, dipersilakan mendaftar untuk mendapatkan KIP Kuliah mulai awal Maret 2020.

Pendaftaran dilakukan secara online pada laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/.

Baca Juga: Usai Lima Hari Pencarian, Korban Terakhir Kasus Anak Hanyut di Caringin Ditemukan 15 Kilometer dari TKP

Adapun data yang diperlukan untuk pendaftaran KIP Kuliah sama dengan persyaratan mendapatkan Bidikmisi.

Data-data itu, yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan alamat e-mail.

Baca Juga: Viral Video Polisi Tiongkok Lepaskan Tembakan Peringatan demi Cegah Warga Keluar Rumah akibat Virus Corona

“Setelah diverifikasi oleh sistem, calon akan menerima nomor pendaftaran dan kode akses untuk mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN),” katanya.

Dalam hal calon mahasiswa berasal dari keluarga tidak mampu, namun belum memiliki KIP atau orang tua/wali mahasiswa belum terdaftar sebagai penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), katanya, masih mungkin menerima KIP Kuliah selama lolos seleksi dan verifikasi kondisi ekonomi oleh perguruan tinggi terkait. ***


Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X