Jumat, 10 April 2020

Kurikulum 2013 Dikaji Kembali, Lebih Mendekatkan Pendidikan dengan Dunia Kerja

- 18 Februari 2020, 14:19 WIB
ILUSTRASI kurikulum 2013.*/ANTARA /null

PIKIRAN RAKYAT - Kurikulum pendidikan tahun 2013 kini tengah dikaji kembali. Salah satu kajiannya adalah dengan mengakomodir kompetensi berpikir secara komputasional (computational thinking) di dalamnya.

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbud Awaluddin Tjalla mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bawah kepemimpinan Nadiem Makarim, memiliki misi untuk mendekatkan dunia pendidikan dengan ketenagakerjaan.

Metode berpikir secara komputasional (computational thinking) dianggap menjadi sarana untuk mewujudkan misi tersebut.

Baca Juga: Pelatih Persib Cukup Senang dengan Kebugaran Pemain Selama Pramusim

Metode tersebut dikatakannya tengah diarahkan untuk bisa terakomodir dalam kurikulum pendidikan ke depannya.

Ia menjelaskan, dalam kurikulum saat ini ada empat kompetensi dasar yang dikenal dengan 4C (critical thinking, creativity, communication, collaboration). Dalam kajian yang tengah dilakukan kini, akan ditambah lagi dua konsep kompetensi, yakni computational logic dan compassion.

Konsep computational logic dikatakannya berkaitan dengan kemampuan berpikir secara komputasional.

Baca Juga: Lebih dari 13.000 Rumah Terendam Banjir di Bandung, Gedung PLN dan Masjid-masjid Tampung Pengungsi

“Mas Nadiem menambah computational logic dan compassion. Karena itu, kami di Pusat Kurikulum saat ini ditugaskan untuk melakukan kajian pada kurikulum kita,” katanya dalam acara Grow With Google di Perpusnas RI, Selasa,18 Februari 2020.

Ia menambahkan, pihaknya kini tengah ditugasi untuk mengkaji model-model kurikulum yang ada di beberapa negara. Ia tidak menyebutkan target pengkajian kurikulum tersebut harus selesai kapan. “Kalau kurikulum itu kan harus komprehensif,” katanya.

Ia mengatakan, pengkajian kurikulum itu ada hubungannya dengan integrasi antara kurikulum pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan tinggi. Pengkajian juga dilakukan dengan memformulasikan metode yang bisa mendekatkan dunia pendidikan dengan dunia kerja. ***


Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X