Jumat, 28 Februari 2020

Sebelum Wafat, Mantan Rektor Unpad Profesor Himendra Wargahadibrata Sakit Leukemia sejak Enam Bulan Terakhir

- 14 Februari 2020, 09:47 WIB
JENAZAH Mantan Rektor Unpad Himendra Wargahadibrata dibawa keluar dari masjid di dalam Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Jumat, 14 Februari 2020. Sebelum wafat, Himendra mengalami sakit leukimia sejak enam bulan terakhir.* /RANI UMMI FADILA/PR

PIKIRAN RAKYAT – Mantan Rektor Universitas Padjadjaran atau Unpad Himendra Wargahadibrata mengalami sakit leukemia sejak enam bulan terakhir sebelum wafat pada Kamis, 13 Februari 2020.

Himendra sempat bolak-balik dirawat di rumah sakit untuk menyembuhkan penyakitnya itu.

Kerabat Himendra, Ramdan Panigoro mengatakan, perawatan terakhir di rumah sakit berlangsung sejak Sabtu, 8 Februari 2020 hingga wafat pada Kamis, 13 Februari 2020.

Baca Juga: Teddy Mengaku Tak Kenal Sosok yang Menggelapkan Berlian Lina, Sang Mertua: Kalau Nggak Kenal Kenapa Nikah di Rumahnya

Sebelum diketahui mengalami sakit leukemia, Himendra juga mengalami sakit radang lutut sejak 2018.

Meski sakit, Himendra masih aktif mengajar.

"Kesibukan terakhir beliau (almarhum Himendra) masih ngajar, tetapi karena sakit, mahasiswa bimbingan diminta ke rumah," kata Ramdan di masjid dalam Kampus Unpad Dipatiukur, tempat jenazah Himendra disemayamkan, Jumat 14 Februari 2020.

Baca Juga: Hadapi Persis Solo dan PS Sleman Robert Rene Alberts Akan Ubah Strategi Persib Bandung

Ramdan mengenang Himendra sebagai sosok yang aktif, baik di bidang olahraga maupun pendidikan.

Himendra juga senang terhadap dunia kebudayaan.

Dia pun diingat sebagai sosok yang dekat dengan mahasiswa ketika menjadi Rektor Unpad periode 1998-2007.

Baca Juga: Kasus Bullying Siswi SMP di Purworejo, Disdikpora Upayakan Mediasi atau Diversi Pelaku Perundungan

Rektor Unpad Rina Indiastuti juga mengenang Himendra sebagai sosok yang menggeluti banyak bidang.

Selama hidup, Himendra aktif dalam bidang olahraga, pendidikan juga kebudayaan.

"Pemikiran beliau (almarhum Himendra) yang saya ingat, bahwa orang itu harus diberi kesempatan untuk kuliah dan soft skill harus diasah," ucap Rina.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X