Jumat, 28 Februari 2020

Puluhan Dosen Unisba akan Blusukan, Diterjunkan untuk Ikut Membangun Desa

- 13 Februari 2020, 16:17 WIB
PEMANDANGAN rumah-rumah di Kampung Naga 2017 lalu.* /ADE BAYU INDRA/PR

PIKIRAN RAKYAT - Universitas Islam Bandung akan menerjunkan 33 dosennya untuk menjalankan program sekolah desa.

Dalam program tersebut, dosen-dosen Unisba akan memberi pendampingan kepada aparat desa di Jawa Barat dalam mengembangkan dan membangun desa.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba Atie Rachmiatie mengatakan, para dosen akan mendampingi aparat desa dalam melaksanakan berbagai hal.

Baca Juga: Jenazah ZNS Remaja yang Jadi Korban Penganiayaan dan Pemerkosaan Dimakamkan, Keluarga Merasa Sakit Hati

Diantaranya, dalam merancang pembangunan dan perencanaan keuangan desa.

Pendidikan anti korupsi juga akan diberikan kepada aparat desa, mengingat desa mendapat kucuran dana desa miliaran rupiah dari pemerintah pusat. Aparat desa juga didampingi dalam menyusun tata wilayah.

Dengan pendampingan tersebut, diharapkan sumber daya manusia di desa akan semakin maju dan kesejahteraan masyarakat desa meningkat.

Baca Juga: Kehadiran Mohamed Salah di Olimpiade Tokyo 2020 bersama Mesir Belum Temui Garis Final

"Maksudnya dengan program ini, kami ingin berkontribusi kepada masyarakat desa yang membutuhkan. Kami melihat, ketika desa membangun, perlu pendampingan," kata Atie kepada Pikiran-Rakyat.com, Kamis, 13 Februari 2020.

Program sekolah desa direncanakan akan diresmikan pada Maret 2020. Unisba akan menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam menjalankan program sekolah desa.

Sebanyak 33 dosen yang diterjunkan dalam program sekolah desa berasal dari berbagai fakultas, mulai dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Psikologi hingga Fakultas Teknik.

Baca Juga: 689 WNI Eks ISIS Berstatus Tak Memiliki Negara, Moeldoko: Mereka Bakar Paspor Sendiri

Sebelum terjun ke desa, para dosen Unisba diberi pelatihan terkait berbagai hal yang diperlukan untuk mendampingi aparat desa. Kegiatan pelatihan menggandeng Universitas Brawijaya, Jawa Timur yang telah berpengalaman dalam melakukan pendampingan kepada aparat desa.

Unisba akan memprioritaskan pendampingan bagi desa berkembang dan desa tertinggal di Jawa Barat. Berdasarkan catatan Unisba, desa berkembang di Jawa Barat berjumlah 3.653 desa, sedangkan desa tertinggal ada 331 desa.

Terkait masa waktu pendampingan disesuaikan dengan kebutuhan aparat desa. Jika diperlukan, Unisba pun akan mendatangkan praktisi untuk menyelesaikan masalah di desa.

Baca Juga: Komitmen Pemkot Cimahi Dukung Pengendalian KBU, 6 Titik Pelanggaran Sudah Disanksi

Wakil Rektor I Unisba Harits Nu’man mengatakan, salah satu alasan Unisba mengadakan kegiatan sekolah desa, yaitu untuk melatih perangkat desa agar mampu memahami regulasi pemerintah. Diantaranya terkait kebijakan pembangunan desa serta pengelolaan keuangan desa secara umum.

"Sebagai akademisi, dosen Unisba harus mampu mendampingi dan bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat yang terlibat dalam program tersebut. Harapannya, rencana pembangunan yang telah disusun sebelumnya dapat berjalan dengan baik," ucap Harits.

Ketika terjun ke lapangan, para dosen bertugas mendampingi aparat desa agar rencana yang dibuat aparat desa berjalan tepat sasaran dan tepat anggaran. Melalui kegiatan ini, LPPM Unisba juga diharapkan bisa lebih eksis di antara masyarakat. ***


Editor: Syamsul Bachri

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X