Minggu, 5 April 2020

Rektor Unikom: Belajar di Luar 2 Semester pada Kampus Merdeka Memunculkan Beban Biaya Baru Mahasiswa

- 28 Januari 2020, 07:24 WIB
PENGUKUHAN Guru Besar Rektor Unikom Eddy Soeryanto Soegoto, pada Sidang Terbuka Unikom Pengukuhan Guru Besar, di Kampus Unikom, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Kamis, 12 Desember 2019. Eddy memaparkan orasi ilmiah dengan judul Entrepreneur sebagai Penggerak Ekonomi Bangsa Era Digital 4.0 pada pengukugan guru besarnya tersebut.*/ADE BAYU INDRA/PR /

PIKIRAN RAKYAT – Rektor Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Eddy Soeyanto Soegoto mengatakan, kegiatan belajar di luar kampus memunculkan beban biaya yang harus ditanggung oleh mahasiswa.

Oleh karena itu, penerapan Kampus Merdeka perlu dilakukan secara bertahap terhadap kampus yang sudah siap terlebih dahulu.

Bagi kampus swasta besar, konsekuensi biaya itu relatif tidak masalah. Namun, bagi kampus swasta yang belum mapan, beban biaya untuk belajar di luar kampus tergolong berat.

Baca Juga: Lokasi SIM Keliling Wilayah Bandung Raya Hari Ini, 28 Januari 2020

"Di Indonesia, jumlah perguruan tinggi swasta kecil lebih banyak dibandingkan dengan perguruan tinggi swasta besar. Bahkan, masih banyak perguruan tinggi swasta yang belum terakreditasi dan berakreditasi C," ujar Eddy kepada Pikiran-rakyat.com, Senin, 27 Januari 2020.

Oleh karena itu, program Kampus Merdeka sepatutnya diterapkan secara bertahap kepada kampus yang sudah siap melaksanakan kebijakan itu. Unikom sudah menjalankan program belajar di luar kampus, seperti program pertukaran pelajar dengan universitas di luar negeri.

Sementara Universitas Padjadjaran juga sudah melaksanakan kegiatan belajar di luar kampus dalam tiga bentuk.

Baca Juga: Bursa Transfer Musim Ini Emre Can Jadi Incaran Klub Besar di Inggris

Rektor Unpad, Rina Indiastuti menuturkan, tiga bentuk kegiatan belajar di luar kampus, yakni pengabdian kepada masyarakat berupa kuliah kerja nyata, magang di perusahaan dan mengambil SKS di kampus lain.

Tiga bentuk kegiatan tersebut akan diterapkan sebagai terjemahan program belajar di luar kampus selama dua semester.

Memang, konsekuensi belajar di luar kampus yakni mahasiswa harus mengeluarkan biaya. Namun, kendala itu bisa disiasati dengan memanfaatkan teknologi.

Baca Juga: POPULER HARI INI: Tips Terhindar Virus Corona ala dr. Hadri Pramono dari RSUD Al Ihsan hingga Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok Sebut Virus Corona Bisa Menular Sejak Masa Inkubasi

"Sekarang dengan era industri 4.0, kita ada online learning, mahasiswa bisa ikut kuliah lewat online. Dengan bantuan perkembangan teknologi kita punya opsi bagi mahasiswa sesuaikan saja dgn kemampuan," kata Rina.

Rina pun mendukung kegiatan belajar di prodi lain dalam kampus. Dengan kegiatan tersebut, mahasiswa bisa menyesuaikan antara minat dan tuntutan pekerjaannya.

Menanggapi kebijakan Kampus Merdeka, Pakar Pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia Cecep Darmawan mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus membantu perguruan tinggi dalam mempersiapkan diri menerapkan kebijakan Kampus Merdeka.

Baca Juga: Jangan Lupa Nikmati 5 Kuliner Berikut saat Berwisata ke Purwakarta

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X