Minggu, 23 Februari 2020

Tunjangan Profesi Guru SPK Dihentikan, Pengamat: Itu Melanggar UU Guru dan Dosen

- 23 Januari 2020, 16:08 WIB
ILUSTRASI kegiatan belajar para siswa di sekolah.* /WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI

PIKIRAN RAKYAT - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menghentikan tunjangan profesi guru (TPG) yang bertugas di satuan pendidikan kerja sama (SPK). Hal tersebut merujuk pada Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Nomor 5745/B.B1.3/HK/2019.

Di dalam Poin C Nomor 2 regulasi tersebut ditegaskan, selain menghentikan TPG guru SPK, pembayaran TPG untuk guru agama juga menjadi kewenangan Kementerian Agama.

Guru yang mendapatkan TPG hanya mereka yang bertugas pada satuan pendidikan yang diselenggarakan pemerintah daerah. Dibuktikan dengan surat keputusan (SK) pengangkatan oleh pejabat pembina kepegawaian.

Baca Juga: Polemik Keberadaan Harun Masiku, DPR Minta Yasonna Laoly Terbuka soal Dugaan Sengaja Menyembunyikan

Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji menilai, Perdirjen GTK tersebut diskriminatif dan berpotensi melanggar UU Guru dan Dosen. Pasalnya, ucap dia, guru SPK yang sudah tersertifikasi merupakan warga negara Indonesia dan masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dikelola Kemendikbud.

“Tetapi saat haknya untuk mendapat tunjangan malah dibedakan. Perdirjen GTK juga kontradiktif. Contohnya, SPK diharapkan mempekerjakan guru atau kepala sekolah yang sudah memiliki sertifikat pendidik agar dapat nilai sempurna," tutur Indra.

"Tetapi yang sudah punya sertifikat pendidik malah diabaikan oleh GTK. Tidak sejalan antara tagihan dan aturan,” lanjut Indra dihubungi di Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020.

Baca Juga: Latihan Perdana Usai Mudik ke Belanda, Nick Kuipers Beri Penilaian untuk Pemain Baru Persib Bandung

Ia menegaskan, dampak dari regulasi tersebut, SPK akan kesulitan mempertahankan atau merekrut guru yang sudah punya sertifikasi. Pasalnya, guru yang tersertifikasi tidak akan mau kehilangan benefit secara finansial. “Kecuali SPK mau mengganti benefitnya,” kata Indra.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X