Kamis, 2 April 2020

Tawuran di Depok Dipicu Kurangnya Penghargaan terhadap Perbedaan Bakat dan Minat Pelajar

- 16 Januari 2020, 11:48 WIB
POLISI merazia anak yang terlibat tawuran di Depok.* /DOK. POLRES METRO DEPOK

“Sekolah ini cuma aktif Senin-Jumat. Itu juga cuma dari pukul 7.00-13.00. Boro-boro ada ekstrakurikuler,” katanya.

Baca Juga: Miliki Potensi Wilayah Serupa, Pelajar asal Purwakarta Didorong Kuliah di Belanda

Pengamat sosial Universitas Indonesia, Devie Rachmawati menilai, fenomena tawuran antarpelajar ditengarai karena lemahnya sistem pendidikan di Indonesia.

“Tawuran antarpelajar adalah persoalan identitas yang terkait psikologi mereka yang ingin menujukkan eksistensi. Sementara itu, kurikulum pendidikan di Indonesia belum bisa memberi ruang kepada mereka untuk menunjukkan eksistensi,” ucapnya di Kantor Program Vokasi Universitas Indonesia, Rabu 15 Januari 2020.

Menurut Devie, pelajar Indonesia dihadapkan pada kurikulum pendidikan yang eksklusif, kurikulum yang tidak menghargai perbedaan bakat dan minat setiap orang.

“Tidak semua anak merasa diberi ruang ketika berada di sekolah karena pujian dan kesempatan hanya dimiliki anak-anak tertentu, seperti yang jago fisika, atau mereka yang jago bermain bola basket dan sepak bola,” ucapnya.***

loading...

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X