Rabu, 8 April 2020

Tawuran di Depok Dipicu Kurangnya Penghargaan terhadap Perbedaan Bakat dan Minat Pelajar

- 16 Januari 2020, 11:48 WIB
POLISI merazia anak yang terlibat tawuran di Depok.* /DOK. POLRES METRO DEPOK

PIKIRAN RAKYAT - Berawal dari saling ejek saat berpapasan di jalanan, tawuran pecah hingga berlanjut ke dalam pusat perbelanjaan. Hal itu menjadi awal tawuran antarpelajar di Depok, Senin 13 Desember 2020.

Pelajar yang terlibat tawuran berasal dari dua SMK swasta di Depok, SMK Ganesha dan SMK Mandiri.

Berdasarkan rilis dari Kabag Humas Polres Metro Depok, AKP Firdaus, sehari setelah kejadian, kepolisian langsung mendatangi dua sekolah itu dan mendapati delapan orang yang mengaku terlibat tawuran.

“Kami bawa ke Polres untuk dimintai keterangan dan diberi bimbingan moral. Lalu, tidak lama kemudian kami pulangkan,” kata Firdaus.

Baca Juga: Bebas dari Jeruji Besi, Ahmad Dhani Ajak Dul Jaelani dalam Konser 20 Tahun Bintang Lima Tour 2020

Baca Juga: Cuaca Buruk, Longsor dan Pohon Tumbang Rusak Rumah di Tamansari Kota Tasikmalaya

Di salah satu sekolah, berdasarkan kesaksian penjaga sekolah, Bangun (45), tawuran sudah jadi kebiasaan pelajar. Sebelumnya, polisi juga pernah datang ke sekolah untuk kasus yang serupa.

“Saat itu polisi mengejar pelajar sampai ke dalam sekolah usai terlibat tawuran,” ujarnya, Rabu 15 Januari 2020.

Tawuran yang sering berulang selama bertahun-tahun, kata Bangun, adalah efek dari minimnya kegiatan yang disediakan sekolah di luar jam belajar.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X