Nadiem Makarim Dinilai Lamban Merespons Dampak Banjir terhadap Sektor Pendidikan

- 3 Januari 2020, 14:53 WIB
WAARGA mengisi daya gawainya saat banjir melanda kawasan Kembangan, Jakarta Barat, Kamis 2 Januari 2020.* /MUHAMMAD ADIMAJA/ANTAR

PIKIRAN RAKYAT - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak responsif terhadap dampak banjir yang terjadi di Jabodetabek.

Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji menduga, Mendikbud Nadiem Makarim belum menyadari bahwa banyak sekolah yang terdampak banjir.

“Mendikbud terkesan lamban. Padahal, banyak sekolah yang terdampak, akses ke sekolah juga terganggu, fasilitas sekolah rusak,” kata Ubaid di Jakarta, Jumat 3 Januari 2020.

Baca Juga: Manny Pacquaio Catatkan Rekor sebagai Pemegang Sabuk Juara dalam 4 Dekade Berbeda

Baca Juga: Supardi Nasir dan Achmad Jufriyanto Dikabarkan Tinggalkan Persib, Umuh Muchtar: Belum Bisa Komentar

Menurut Ubaid, hingga 2 Januari 2020 pagi, ratusan sekolah masih tergenang dan terendam air. “Sampai hari ini (Jumat siang) juga tidak ada data pasti berapa sekolah yang terdampak banjir. Mungkin pak Menteri belum sadar kalau sekolah juga bagian dari korban banjir,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jakarta mendata, 639 sekolah terdampak banjir dengan rincian 422 sekolah dalam kondisi aman, 74 sekolah tergenang, dan 143 terendam banjir. Data tersebut diperbarui Kamis 2 Januari 2020 pukul 9.19 WIB.

Kemendikbud membantah tak bertindak responsif terhadap banjir di Jabodetabek. Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Na’im mengklaim, Kemendikbud sudah ikut menangani dan berkoordinasi dengan dinas pendidikan sejak awal terjadi banjir.

Baca Juga: Rupiah dan Dolar Sama-sama Menguat Jelang Kesepakatan Dagang Baru AS-Tiongkok

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X