Kamis, 23 Januari 2020

Penggantian Ujian Nasional Tetap Dilakukan Meski Nadiem Makarim Dicopot Jadi Mendikbud

- 14 Desember 2019, 14:58 WIB
SISWA belajar bersama saat menanti pergantian jadwal gelombang kedua Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 1 Salatiga, Senin 1 April 2019.* /DOK. ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Ujian Nasional dipastikan akan dihapus dan digantikan dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Hal itu diungkapkan perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Meski nantinya ada penggantian serta pergeseran pucuk pimpinan di Kemendikbud, rencana mengganti Ujian Nasional tersebut akan tetap berjalan..

"Kami bersama-sama dengan Komisi X (DPR) akan memastikan bahwa ini merupakan kebijakan, nanti bersama Komisi X akan merumuskan bersama-sama grand design seperti apa yang bisa menjadi tolak ukur atau titik tolak untuk melakukan perubahan-perubahan pendidikan ke depan," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ade Erlangga Mardiana ketika ditemui usai diskusi di Jakarta Pusat pada Sabtu 14 Desember 2019.

Baca Juga: Hubungan Amerika Serikat dan Korea Utara Diambang Retak Jelang Akhir Tahun 2019

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari Antara, hal tersebut ditegaskan Ade Erlangga lantaran mengetahui terdapat kekhawatiran penggantian UN akan batal jika terjadi penggantian pucuk pimpinan Kemendikbud.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengumumkan rencana untuk mengganti format Ujian Nasional yang berlaku saat ini menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

Rencana penggantian UN dicanangkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim pada tahun 2021 mendatang. Sementara untuk tahun 2020 Ujian Nasional tetap diselenggarakan.

Baca Juga: 5 Inspirasi Outfit Pria ala Selebgram Jeje Soekarno

Terkait penggantian UN ini, anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Putra Nababan menilai perlu adanya peta komprehensif agar penggantian tersebut bisa berjalan dengan baik.

"Sekarang apa yang disampaikan oleh saudara Menteri Pendidikan dam Kebudayaan itu baru berupa pernyataan oleh karena itu dalam rapat 7,5 jam di Komisi X kemarin kita minta saudara menteri menyediakan kajian yang sudah dilakukan terhadap (rencana) penghapusan UN," ujar politisi dari PDIP Perjuangan itu.

Rencana penggantian UN itu diharapkan bukan hanya sebatas menjadi kajian saja, namun harus tetap berjalan meski nantinya Nadiem Makarim  tidak lagi menjabat sebagai Mendikbud.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X